Taiwan Tunda Peluncuran Mata Uang Digital
JAKARTA, investortrust.id - Taiwan menyatakan kekhawatirannya untuk mengantisipasi peluncuran mata uang digitalnya (Central Bank Digital Currency/CBDC), yang mengindikasikan bahwa pengguna mungkin perlu menunggu lebih lama. Walaupun ada penundaan, Taiwan percaya bahwa mata uang digital akan mengubah sistem pembayaran.
Melansir Coinmarketcap, Senin (8/8/2024), Bank Sentral Taiwan telah mengumumkan pada hari Minggu (7/8/2024) bahwa mereka tidak memiliki jadwal yang pasti untuk peluncuran mata uang digital CBDC. Untuk mengatasi ini, bank sentral berencana untuk mengadakan dengar pendapat publik di tahun depan untuk mengedukasi tentang inisiatif tersebut.
“Promosi mata uang digital bank sentral merupakan proyek besar dan kompleks yang perlu dilaksanakan dalam jangka waktu lama,” kutip laporan bank sentral tersebut.
Baca Juga
Mengingat, peluncuran mata uang tersebut akan mempengaruhi banyak orang, maka perlu dikomunikasikan secara luas terkait hal tersebut. Dengan melalui dengar pendapat maupun forum publik yang akan diadakan pada tahun depan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan publik tentang mata uang itu.
Dengan perkembangan ini tampaknya menunda rencana CBDC tanpa waktu yang jelas, bank sentral mengakui bahwa penelitian dan eksperimen yang tengah berlangsung menunjukan bahwa mata uang digital dapat meningkatkan efisiensi pemrosesan dan aplikasi inovatif dalam sistem pembayaran di Taiwan.
Baca Juga
Bank Sentral Arab Saudi Bergabung dengan Proyek CBDC BIS mBridge sebagai Peserta Penuh
Hal ini muncul saat Gubernur Bank Sentral Taiwan, Yang Chin-Long dijadwalkan menjawab pertanyaan anggota parlemen tentang masalah tersbut.
Sebagai informasi, CBDC adalah uang digital yang diterbitkan dan peredarannya dikontrol oleh bank sentral. Selain itu, uang digital ini digunakan sebagai alat pembayaran yang sah untuk menggantikan uang kartal. CBDC akan bertindak sebagai representasi digital dari mata uang suatu negara, dalam hal ini Taiwan.

