Komisi Sekuritas dan Bursa AS Tunda Peluncuran ETF Ethereum Spot Hingga Pertengahan Juli 2024
JAKARTA, investortrust.id - Peluncuran dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Ethereum spot di Amerika Serikat (AS) yang awalnya akan diresmikan pada awal Juli ini, akhirnya ditunda oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau US Security and Exchange Commission (SEC).
Melansir CoinPedia, Senin (1/7/2024), Analis ETF dari Bloomberg, Eric Balchunas mengungkapkan, bahwa SEC membutuhkan waktu tambahan untuk mengembalikan formulir S-1 yang diajukan oleh calon penerbit ETF Ethereum spot, sehingga peluncuran akan diundur hingga pertengahan Juli bahkan lebih.
Dalam komunikasi terbarunya, SEC telah menetapkan batas waktu untuk revisi formulir S-1 hingga 8 Juli 2024 nanti. Sebagai informasi, formulir S-1 merupakan komponen enting dari proses dua tahap yang harus diselesaikan ETF sebelum dapat beroperasi.
Baca Juga
Komisi Sekuritas dan Bursa AS Dikabarkan Setujui Peluncuran ETF Ethereum pada 4 Juli Mendatang
Tahap pertama, persetujuan formulir 19b-4 penerbit yang selesai pada bulan Mei lalu. Namun tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk formulir S-1, membuat penerbit bergantung pada jadwal peninjauan SEC.
Sementara itu, Ketua SEC, Gary Gensler belum lama ini mengisyaratkan bahwa persetujuan dapat terjadi pada musim panas ini. Namun ia enggan menyebutkan tanggal tertentu, yang membuat penerbit dan investor berada dalam kondisi yang tidak pasti.
Baca Juga
Pasokan Ethereum Meningkat Selama 73 Hari Berturut-turut, Ternyata Ini Penyebabnya
Permintaan SEC untuk melakukan perubahan kecil pada formulir S-1 menunjukkan, meskipun tidak ada masalah besar, namun penyesuaian ini diperlukan untuk memenuhi standar kepatuhan. Keputusan ini menuai kritik dari para pelaku pasar, terutama Ethereum. Harga Ethereum turun lebih dari 1% dalam 24 jam terakhir dan volume perdagangan turun 8% di periode yang sama.
Meski ada penundaan, namun proses persetujuan untuk ETF Ethereum spot masih berlangsung. Emiten seperti BlackRock, Fidelity, 21Shares, Grayscale, Franklin Templeton, VanEck, dan lainnya terus memenuhi persyaratan SEC tersebut.

