Rilis Super App wondr, BNI (BBNI) Bidik Pertumbuhan Tabungan hingga 30%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI menargetkan pertumbuhan tabungan hingga 30% seiring adanya wondr by BNI banking app.
Seperti yang diketahui, pada Jumat (5/7/2024), bank pelat merah ini secara resmi meluncurkan aplikasi super atau super app terbarunya yang diberi nama wondr by BNI. Super app adalah platform yang berisi banyak layanan yang dikemas dengan apik menjadi satu aplikasi saja.
Adapun aplikasi ini memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan yang lebih terencana sesuai kebutuhan finansial masing-masing melalui fitur tiga dimensi keuangan, seperti transaksi, insight dan growth.
“Saya sih ingin pertumbuhan tabungannya bisa bukan hanya kecil di tahun ini, mungkin 10% hingga 20% lah, 20% sampai 30%. Tapi ke depan harusnya lebih baik,” ujar Royke saat ditemui usai peluncuran wonder by BNI di Menara BNI, Jakarta, Jumat (5/7/2024).
Selain itu, Royke juga menargetkan kenaikan nasabah dapat tumbuh di kisaran 10% hingga 20%. Diketahui, saat ini jumlah pengguna BNI sekitar 16 juta orang.
Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK), dengan adanya wondr by BNI, Royke berharap dapat tumbuh di kisaran 9% hingga 10%.
“User-nya ada hampir 16 jutaan. Kalau target saya kalau kasih manajemen, saya minta dua kali (kenaikan nasabah). Tapi ya realistis lah, ini kan baru diluncurkan, mungkin tahun ini 10% hingga 20%. Tahun depan kita berharap akan loncat,” ungkap Royke.
Lebih lanjut, Royke meyakini bahwa wondr by BNI bakal meningkatkan rasio dana murah atau current account and saving account (CASA). Menurut Royke, wondr by BNI dirancang mengikuti standar keunggulan di industri, tidak hanya di Indonesia, tapi juga mengikuti standar global, sehingga akan menjadi game changer bagi BNI maupun industri perbankan di Indonesia.
“wondr by BNI kami rancang agar nasabah merasa dimengerti seperti memiliki teman finansial yang pro aktif, mengerti keinginan dan kebutuhan nasabah dari A sampai Z,” kata Royke.
Di sisi lain, seiring dengan peluncuran wondr by BNI, Royke membeberkan, BNI mengambil ancang-ancang untuk menutup BNI Mobile Banking. Hal ini, lanjut Royke, menjadi salah satu bagian dari upaya efisiensi perusahaan.
"Kami berharap secepatnya harus beralih. Paling lama enam bulan harusnya mobile banking yang lama sudah tutup. Kami tidak akan pakai dua platform," imbuh Royke.

