Masyarakat akan Sadar Fungsi Asuransi, Pengamat: Citra Asuransi Pasti Kembali Bersih
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat Asuransi S Budisuharto meyakini bahwa citra asuransi akan kembali bersih, dalam waktu cepat maupun lambat. Alasannya, masyarakat akan kembali menyadari fungsi asuransi sebagai pengalihan risiko.
“Gambaran saya ke depan, apakah kepercayaan terhadap perusahaan asuransi bisa pulih apa tidak, jawabannya pasti bisa. Karena baik dalam keadaan sulit maupun tidak, orang tetap butuh asuransi. Coverage asuransi itu butuh karena prinsipnya adalah pengalihan risiko,” ucap Budisuharto kepada investortrust.id di The Convergence Indonesia, Rasuna Said, Jakarta, dikutip Jumat (5/7/2024).
Dia mengakui bahwa citra asuransi sempat tercoreng akibat kasus unitlink. Dampak ini terlihat dari kesulitan agen asuransi dalam menjual produk unitlink saat ini.
Baca Juga
Oleh karena itu, Budisuharto meyakini akan banyak perusahaan asuransi yang kembali fokus pada produk tradisional, seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Premi-premi tradisional ini dinilai sesuai dengan hakikat asuransi, sebagaimana yang dibutuhkan mayoritas masyarakat Indonesia.
“Nanti orang akan pandai sendiri, kalau butuh asuransi ya asuransi. Kalau mau investasi ya minimal ke reksadana gitu,” kata dia.
Kinerja perusahaan asuransi dipercaya bisa mulai moncer karena kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan justru meningkat pasca-pandemi. Menurut pengamatannya, klaim asuransi kesehatan mengalami kenaikan sejak 2023, setelah pemerintah mengumumkan Covid-19 sebagai endemi di Indonesia.
Baca Juga
Wapres: Tata Kelola dan Digitalisasi Kunci Kembangkan Asuransi Syariah
Tumbuhnya kebutuhan pelayanan kesehatan setelah pandemi, diiringi kenaikan harga obat di rumah sakit (RS) akibat kondisi industri farmasi yang belum pulih. Kenaikan harga ini, pada akhirnya akan membebani pasien bila tidak memiliki asuransi.
Sedangkan premi asuransi yang naik saat ini, Budisuharto anggap masih hal yang wajar karena kenaikan biaya yang diterapkan RS. “Beberapa perusahaan, apalagi yang besar dan skala ekonomisnya tercapai, tidak terlalu terasa (kenaikan biaya RS). Tetapi asuransi kecil itu terasa,” pungkasnya.

