IFG Life Sebut Kenaikan Biaya Medis Bikin Masyarakat Sadar Berasuransi
JAKARTA, investortrust.id - Biaya medis di Indonesia mencatatkan tren kenaikan dari tahun ke tahun. Bahkan, pada 2023 diprediksi semakin meningkat. Namun, IFG Life melihat hal tersebut sebagai potensi, karena akan semakin banyak masyarakat yang aware atau sadar pentingnya memiliki produk asuransi.
“Jadi mereka mulai sadar bahwa dengan biaya medis itu semakin naik maka saya harus beli asuransi kesehatan,” ujar Corporate Secretary IFG Life, Gatot Haryadi, menjawab pertanyaan investortrust.id, belum lama ini.
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk kesehatan, lanjut Gatot, IFG Life memiliki dua produk yaitu Managed Care dan Indemnity. Dua produk ini merupakan produk dari Mandiri Inhealth, yang mana sekarang perusahaan asuransi jiwa tersebut sedang dalam tahap akuisisi oleh IFG Life.
Baca Juga
Dari sisi klaim, kedua produk tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing. “Kalau yang Indemnity memang klaimnya agak lebih besar dibandingkan dengan Managed Care. Jadi menurut saya kalau kita banyak menggunakan Managed Care itu akan lebih terkontrol lah dibanding Indemnity,” kata Gatot.
Di samping itu, lanjut dia, IFG Life juga memiliki produk asuransi jiwa yang memproteksi kesehatan nasabah, yakni MIFG My Managed Care. Produk ini berfokus pada perlindungan kesehatan, khususnya ketika nasabah sakit dan butuh pengobatan intens selama setahun, dengan menawarkan beberapa keunggulan.
“Kita kerja sama dengan Siloam Hospital, itu bisa dibeli secara ritel. Jadi asuransi kesehatan, nanti dia berobatnya khusus di Siloam,” terang Gatot.
Masih terkait inflasi medis, Gatot menyebut meningkatnya inflasi medis tidak berpengaruh signifikan terhadap klaim yang dibayar IFG Life. “So far menurut saya masih aman. Klaim rasionya tidak di atas 100%, masih jauh di bawah 100%,” jelas dia.
Baca Juga
Praktisi Sebut Akuisisi Mandiri Inhealth Akan Jadikan IFG Life Pemimpin di Lini Kesehatan
Sebagai informasi, Survey Medical Trend Summary Mercer Marsh Benefits (MMB) bertema Health Trends 2023 menunjukkan, medical trend rate atau biaya kesehatan di Indonesia terus naik, misalnya di 2021 sebesar 7,7%, kemudian pada 2022 meningkat menjadi 12,3%, dan diproyeksikan terus melonjak hingga 13,6% di 2023.
Prediksi ini juga lebih tinggi ketimbang biaya kesehatan di Asia yang secara rata-rata meningkat 11,5% di 2023. Bahkan, angka ini juga melebihi inflasi keuangan di Indonesia pada 2022 sebesar 5,5%.

