7 BPR Bangkrut, LPS Rogoh Rp 300 Miliar Bayar Klaim
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah menggelontorkan dana sejumlah Rp 300 miliar guna membayar klaim nasabah dari tujuh bank perkreditan rakyat (BPR) yang bangkrut di awal tahun 2024.
Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara Buka Puasa Bersama Media 2024 di Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).
"Itu kira-kira (klaim) bayar nasabah BPR bangkrut sekitar Rp 300 miliar yang dikeluarkan," ujar Purbaya.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin dan menutup tujuh BPR bangkrut hingga awal Maret 2024. Adapun, ketujuh BPR yang dimaksud adalah BPR Aceh Utara, BPR EDCCASH, Perumda BPR Bank Purworejo, BPR Pasar Bhakti Sidoarjo, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Mojo Artho Kota Mojokerto, BPR Wijaya Kusuma, dan BPR Usaha Madani Karya Mulia (UMKM),
Baca Juga
Siap-siap! LPS Ancang-ancang Terapkan Sejumlah Kebijakan Ini di Industri Asuransi
Lebih lanjut, Purbaya memproyeksikan angka pembayaran klaim di tahun 2024 tidak akan lebih dari Rp 1 triliun. Sehingga, kata dia, pihaknya menjamin untuk membayar klaim simpanan nasabah BPR tersebut.
Dalam rangka pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah BPR, Purbaya bersama pihaknya pun bakal memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini, LPS pun akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang akan dibayar.
"Kita kan kaya. Saya punya Rp 214 triliun, nanti Juli akhir nambah, akhir tahun nambah lagi. Tahun ini bisa Rp 240 triliun lebih," ujarnya.
"LPS enggak pernah gagal bayar kita pasti bayar asalkan memenuhi syarat," tambahnya.
Mengenai wacana konsolidasi BPR, dari sebanyak 1.500 BPR dikonsolidasikan menjadi 1.000 BPR dalam waktu yang bersamaan, ia khawatir bakal muncul dampak sosial yang besar.
"Kalau anda bilang ada 500 BPR jatuh, kalau setahun bukan saya yang pusing. OJK justru yang pusing gimana mengendalikan dampak sosialnya," tandasnya.
