Antisipasi Serangan Siber, BSSN Minta Perbankan Bentuk Tim Khusus
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Isha Farid mengungkapkan, lembaga tersebut dan industri perbankan telah melakukan antisipasi untuk menjaga keamanan data nasabah dari serangan siber.
“Dari sisi regulasi sudah ada, tinggal nanti kita tunggu perkembangannya ya. Di BI (Bank Indonesia), OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah menyusun, BSSN juga sudah membuat regulasinya,” ujarnya, dalam acara Seminar Indonesia Cyber Risk 2024, di Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Berkaitan dengan serangan siber, hal ini sebelumnya menyerang Pusat Data Nasional (PDN) melalui ransomware. Dampaknya, PDN mengalami gangguan berhari-hari, serta membuat data milik 282 kementerian lembaga dan pemerintah daerah di PDN terkunci dan disandera peretas.
Baca Juga
Seabank Ungkap Tiga Fokus Perlindungan Data Nasabah dari Serangan Siber
Untuk mengantisipasi serangan siber, Isha meminta kepada industri perbankan untuk segera membentuk sebuah tim khusus yang bertujuan untuk menjaga data pribadi nasabah.
“Bank-bank harus membentuk tim terhadap ancaman siber,” katanya.
Baca Juga
LPPI: Pengelolaan Risiko Siber di Sektor Jasa Keuangan Sangat Penting
Di sisi bersamaan, Isha mengaku jika perkembangan keamanan siber nasional sudah berjalan dengan baik. Oleh karena itu, BSSN terus mendorong hal tersebut salah satunya dengan membuat tim tanggap insiden.
“Kalau dilihat dari sisi regulasi contohnya, BI, OJK sangat concern sekali terkait cyber security,” ucapnya.

