Seabank Ungkap Tiga Fokus Perlindungan Data Nasabah dari Serangan Siber
JAKARTA, investortrust.id - Bagi sebuah bank digital, standar keamanan khususnya terkait data nasabah sangat penting.
Direktur Utama Seabank, Sasmaya Tuhuleley mengungkapkan, ada tiga aspek yang terus didorong untuk menjamin keamanan data nasabah dari ancaman risiko siber, antara lain confidentiality, integrity, dan availability.
“Ini kira-kira apa yang dilakukan oleh cyber security management terutama di keuangan atau perbankan seperti kami,” ujarnya, dalam acara Seminar Indonesia Cyber Risk 2024, di Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Ia merinci, fokus pertama, confidentiality yaitu berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga kerahasiaan data-data apapun, khususnya data pribadi terkait nasabah.
Selanjutnya integrity, ialah fokus dalam menjaga keandalan dari data-data itu sendiri.
Baca Juga
Untuk fokus terakhir yaitu availability, Seabank berupaya untuk selalu menjaga proses layanan terkait perbankan dari nasabah terus berjalan dengan normal.
Ia mencontohkan, jika sebuah serangan siber berdampak pada lumpuhnya layanan perbankan, tentu bisa menghambat proses transaksi dari nasabah.
“Ini penting dilakukan karena untuk keamanan data keuangan. Kita tahu informasi atau data-data dari nasabah itu sangat penting, kata Sasmaya.
Perlindungan data nasabah ini, lanjut Sasmaya, juga menyangkut kepercayaan nasabah. “Ini impact-nya sangat besar. Karena, kalau nasabah sudah tidak percaya kepada bank, dia tidak akan mau berbisnis atau menaruh uangnya di bank,” ucapnya.
Baca Juga
Prudential Harap Aturan Turunan UU Perlindungan Data Pribadi untuk Asuransi Segera Terbit
Oleh karena itu, tambahnya, mengelola aspek keamanan tersebut menjadi hal yang sangat mutlak, apalagi bagi bank digital seperti Seabank.
Menurunya, fokus pada aspek keamanan ini juga menjadi salah satu investasi terbesar yang digelontorkan sebuah bank. Namun, ia tidak merinci berapa investasi yang telah dikeluarkan Seabank untuk hal tersebut.
“Kemudian penting juga (menjaga data nasabah dari ancaman risiko siber) untuk keberlangsungan operasional, jadi kita bayangkan kalau terjadi gangguan pasti kita akan menghentikan operasi bank, pasti nasabah akan rugi, dan lainnya,” ujar Sasmaya.

