Tumbuh Lebih dari 20 Juta, SeaBank Catat 30% Nasabah Adalah Pengguna Bank Pertama
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) melaporkan bahwa total pengguna, terutama dari sisi dana tumbuh lebih dari 20 juta hingga saat ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Direktur SeaBank Junedy Liu dalam acara Podcast Road to Digital Banking Awards 2025 di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
"Kami saat ini cukup beruntung, pertumbuhan kami cukup pesat, total pengguna kami, terutama dari sisi dana, itu sudah tumbuh melebihi 20 juta," ujar Junedy.
Junedy menjelaskan, dari jumlah tersebut, sekitar 30% adalah pengguna bank pertama. Artinya, sekitar 6 juta merupakan nasabah yang baru pertama kali mempunyai akun bank.
Lebih lanjut, Junedy menyebut, keseluruhan produk yang ada di SeaBank ditujukan untuk menjawab pain point (kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi) dari nasabah-nasabah yang sebelumnya tidak menggunakan bank. Menurut Junedy, setidaknya terdapat dua faktor utama masyarakat belum memiliki akun bank.
"Yang pertama adalah akses. Jadi ketika mereka kerja, bank nya buka, ketika mereka pulang kerja, bank nya sudah tutup. Jadi akses menggunakan teknologi menjawab hal itu.
Faktor yang kedua adalah tingginya biaya perbankan Menurut Junedy, biaya yang tinggi ini terdiri dari biaya admin, biaya transfer, dan bunga yang tidak bisa didapatkan karena selalu biaya admin lebih tinggi dari bunga tabungan.
"Jadi bank digital seperti kami berusaha untuk menjawab konsen tersebut. Oleh sebab itu, kami mendesain produk yang memang memungkinkan untuk bisa dipakai oleh orang-orang yang tidak memiliki bank sebelumnya, baik dari ukuran install, baik dari penggunaan data, hingga simplifikasi dari produk dan layanan kami yang memang merupakan suatu yang dibutuhkan oleh segmen masyarakat tersebut," jelas Junedy.
Asal tahu saja, bank digital yang terafiliasi dengan platform e-commerce Shopee ini memiliki sejarah panjang di Indonesia, sejak didirikan pada 4 Oktober 1991 oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Presiden Prabowo Subianto.
SeaBank diluncurkan secara resmi pada 10 Februari 2021. Sebelumnya, bank ini dikenal sebagai PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE). Perubahan nama dan peluncuran sebagai SeaBank dilakukan efektif sejak tanggal tersebut, berdasarkan keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Seabank mencatat kinerja positif sepanjang kuartal I-2025, dengan pertumbuhan berkelanjutan di berbagai indikator keuangan utama. Selama kuartal I-2025 SeaBank berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 124 miliar dengan laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 97 miliar. Angka ini naik sebesar 88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total aset tercatat Rp 37,4 triliun atau meningkat sebesar 16% setahun (year on year/yoy), dengan tingkat pengembalian aset (ROA) tumbuh dari 0,82% menjadi 1,40% pada kuartal I-2025. Penyaluran kredit tumbuh 36% yoy menjadi sebesar Rp 25 triliun, dengan rasio NPL atau kredit bermasalah terjaga di angka 1.57%.
Sementara dana pihak ketiga tumbuh 10% yoy menjadi Rp 27 triliun dengan komposisi CASA di 66.78%, lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 64.49%.

