Begini Upaya AdaKami Jamin Keamanan Data Nasabah dari Risiko Serangan Siber
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah maraknya berbagai risiko serangan siber, keamanan data nasabah merupakan hal yang sangat krusial, termasuk bagi industri financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending. Salah satu pelaku p2p lending, yaitu PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) terus berupaya memperkuat sistem keamanan siber dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Brand Manager AdaKami Jonathan Kriss mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya ialah dengan mengimplementasikan standar internasional ISO 27001:2013 yang merupakan sertifikasi untuk pengelolaan keamanan informasi.
”Kami sebagai platform yang berizin dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tentu sudah punya standar dari regulator, dan kami pun diwajibkan terverifikasi ISO 27001:2013 tentang pengumpulan dan pengolahan data digital, termasuk juga mengenai cyber security,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam acara Media Gathering Akhir Tahun AdaKami, di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Baca Juga
Ia juga menjelaskan bahwa proses audit tahunan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sistem teknologi informasi (IT) di AdaKami berfungsi dengan optimal.
“Jadi setiap tahun kami di audit, caranya apakah sistem pengamanan IT kami sudah berfungsi dengan baik dan dari 2018 sampai hari ini AdaKami berdiri, ISO 27001:2013 ini selalu kita perbaharui setiap tahun,” kata Jonathan.
Menurutnya, langkah-langkah pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keamanan data nasabah.
Baca Juga
Adakami: Digitalisasi Jadi Peluang, Tapi Ada Tantangan Kejahatan Siber
“Jadi semua prosesi untuk menjaga keamanan itu sudah kita lakukan,” ucap Jonathan.
Sekadar informasi, ISO 27001:2013 merupakan standar internasional yang menetapkan kerangka kerja untuk sistem manajemen keamanan informasi (information security management atau ISMS). Standar ini dirancang untuk membantu organisasi melindungi data sensitif dengan mengelola keamanan informasi melalui penerapan kebijakan, prosedur, dan kontrol keamanan.

