Rupiah Menguat usai Pemerintah Pastikan Jaga Disiplin Fiskal
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (24/6/2024), setelah pemerintah memastikan bakal menjaga disiplin fiskal.
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda terapresiasi 27 poin ke level Rp 16.431 per dolar AS.
Menguatnya nilai tukar rupiah terhadap indeks dolar AS (DXY) juga terlihat di pasar spot, seperti dilansir Yahoo Finance. Pantauan investortrust.id menunjukkan, hingga pukul 15.30 WIB mata uang rupiah menguat 54 poin ke level Rp 16.390 per dolar AS.
Baca Juga
Analis rupiah yang juga Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, nilai tukar rupiah dalam perdagangan Senin (24/6/2024) sore ini terapresiasi seiring kembali menguatnya kepercayaan pasar kepada perekonomian domestik.
“Hal itu seiring kepastian pemerintah melanjutkan kebijakan pengetatan disiplin fiskal pada 2025,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).
Pemerintah melalui Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati telah menegaskan bahwa defisit APBN tetap dijaga di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Kebijakan itu akan dilanjutkan dan menjadi komitmen presiden terpilih Prabowo Subianto.
"Sebagaimana diketahui, APBN kini menjadi perhatian serius para investor karena mereka khawatir defisit akan menembus level 3% PDB, jika melihat rencana belanja yang dilakukan," ujar Ibrahim.
Menurut Ibrahim Assuaibi, selain komitmen menjaga keberlanjutan disiplin fiskal, pemerintah menetapkan alokasi anggaran untuk realisasi program prioritas makan bergizi gratis pada 2025 sebesar Rp 71 triliun. Keputusan pemerintah untuk melanjutkan kebijakan disiplin fiskal juga sesuai anjuran Dana Moneter Internasional (IMF).
Sentimen Eksternal
Ibrahim Assuaibi juga menjelaskan, dolar AS tengah terdorong pengumuman Purchasing Managers' Index (PMI) yang lebih kuat dari prakiraan. Hal ini memicu kekhawatiran sejumlah pelaku pasar bahwa ketahanan ekonomi AS akan memberikan ruang bagi The Fed untuk terus mempertahankan suku bunga acuan tinggi.
Ibrahim juga menyorot kondisi geopolitik, di mana akan berlangsung rangkaian tahapan pemilihan presiden AS serta pemungutas suara pada pemilu Prancis pada akhir pekan. Juga perihal data indeks harga PCE utama yang akan dirilis pada Jumat (28/6/2024) waktu setempat.
Baca Juga
Perry: BI Rate Dipertahankan 6,25%, Yakin Rupiah ke Depan Menguat
"Angka tersebut merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam prospek suku bunga," tandas dia.
Berkaitan dengan perdagangan Selasa (25/6/2024) besok, Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif terhadap greenback di kisaran Rp 16.380 - Rp 16.450 per dolar AS.

