AAUI Optimistis Bisnis Asuransi Kesehatan Masih Prospektif
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Statistik dan Riset, Trinita Situmeang memperkirakan bisnis asuransi kesehatan masih prospektif ke depannya, seiring dengan kebutuhan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin meningkat.
“Definitely, asuransi kesehatan adalah lini bisnis yang akan tumbuh,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust.id, dalam paparan kinerja industri asuransi umum kuartal I 2023, di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Menurutnya, baik kebutuhan asuransi kesehatan untuk individu maupun grup akan meningkat. Karena, ketika seseorang akan masuk perusahaan baru, selain gaji, hal lainnya yang biasa ditanyakan adalah perlindungan kesehatan.
Baca Juga
Ini Jurus OJK Agar Klaim Asuransi Kesehatan Tidak Terus Membengkak
“Berarti itu sudah mengharapkan ada perlindungan asuransi (dari perusahaan). Sementara untuk individu, waktu kita mulai punya penghasilan, spending kita sudah pada level tertentu, pasti kita mau beli (asuransi),” kata Trinita.
Optimisme tersebut sejalan dengan kinerja asuransi kesehatan itu sendiri. Merujuk data AAUI, pendapatan premi lini bisnis kesehatan di industri asuransi umum naik 26,3%, dari Rp 2,72 triliun di kuartal I-2023 menjadi Rp 3,44 triliun di periode yang sama tahun ini.
Terlepas dari itu, ia menjelaskan, meski asuransi kesehatan yang ditawarkan perusahaan asuransi umum dan jiwa mirip-mirip, namun ada sejumlah perbedaan.
Baca Juga
Inflasi Medis, AXA Mandiri Catat Kenaikan Klaim Asuransi Kesehatan 11%
Biasanya, produk asuransi kesehatan yang dimiliki perusahaan asuransi umum itu disandingkan dengan asuransi lain, misalnya asuransi kecelakaan diri atau personal accident (PA).
“Jadi kecelakaan diri sama benefit rawat inap dan rawat jalan, apakah karena kecelakaan atau dibuatkan rider (manfaat tambahan) karena penyakit tertentu. Jadi skemanya berbeda, itu soal produk,” ucap Trinita.

