Allianz Life Yakin Bisnis Asuransi Kesehatan Masih Prospektif meski Biaya Medis Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti optimistis prospek bisnis dari lini asuransi kesehatan masih akan positif ke depannya, meski tren biaya medis juga terus meningkat.
“Kami meyakini bahwa kebutuhan perlindungan kesehatan akan selalu ada dan diperlukan oleh masyarakat, sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya masing-masing yang beragam,” ujar Ni Made, kepada investortrust.id, Senin (8/1/2023).
Untuk memenuhi kebutuhan nasabah, pihaknya berupaya untuk terus melakukan berbagai inovasi dan improvement, baik dari sisi produk maupun layanan yang diberikan.
Baca Juga
Biaya Medis Meningkat, Allianz Life akan Sesuaikan Premi Asuransi Kesehatan
“Sehingga hal ini mengartikan bahwa ke depannya Allianz Indonesia berupaya agar semakin banyak masyarakat yang terlindungi dengan proteksi asuransi,” kata Ni Made.
Adapun, dalam Survey Medical Trend Summary Mercer Marsh Benefits (MMB) bertema Health Trends 2023 menunjukkan, medical trend rate atau biaya kesehatan di Indonesia terus naik, misalnya di 2021 sebesar 7,7%, kemudian pada 2022 meningkat menjadi 12,3%, dan diproyeksikan terus melonjak hingga 13,6% di 2023.
Prediksi ini juga lebih tinggi ketimbang biaya kesehatan di Asia yang secara rata-rata meningkat 11,5% di 2023. Bahkan, angka ini juga melebihi inflasi keuangan di Indonesia pada 2022 sebesar 5,5%.
Baca Juga
Biaya Medis Meningkat, Praktisi Sebut Perlu Penyesuaian Premi Asuransi Kesehatan
Ni Made mengungkapkan, kenaikan biaya kesehatan di dalam negeri merupakan kondisi yang tidak dapat dihindarkan, terlebih hal ini juga disebabkan karena inflasi ekonomi yang terjadi setiap tahunnya.
“Hal ini merupakan suatu tantangan yang disebabkan oleh tidak seimbangnya jumlah tenaga kesehatan yang terbatas. Sehingga penggunaan teknologi di bidang kesehatan semakin masif. Meningkatnya biaya medis kemudian akan berimbas juga pada peningkatan jumlah klaim asuransi kesehatan,” pungkasnya.

