AAJI Catat Klaim Industri Asuransi Jiwa Turun 5,8% di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total klaim yang dibayarkan industri asuransi jiwa mengalami penurunan 5,8%, dari Rp 45,56 triliun pada kuartal I 2023 menjadi Rp 42,93 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Ini menunjukan indikasi bahwa makin sehatnya industri,” ujar Ketua Bidang Produk, Manajemen Risiko dan GCG AAJI, Fauzi Arfan, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
Menurutnya, klaim yang dibayar industri asuransi jiwa pada kuartal I 2024 ini juga masih lebih rendah ketimbang klaim pada kuartal I 2022 yang sebesar Rp 43,35 triliun.
Lebih lanjut, klaim di kuartal I 2024 tersebut telah disalurkan kepada 4,6 juta penerima manfaat. Meski dari sisi nominal klaim menurun, namun dari jumlah penerima manfaat meningkat. Di mana pada periode yang sama tahun lalu ada sebanyak 3,8 juta penerima manfaat.
“Artinya semakin banyak masyarakat Indonesia yang menerima manfaat dari produk-produk asuransi yang yang dibeli di perusahaan-perusahaan asuransi jiwa,” kata Fauzi.
Baca Juga
Jika dirinci, sebesar Rp 6,20 triliun telah dibayarkan untuk klaim akhir kontrak. Nilai ini meningkat 15,5% dibanding kuartal I 2023. Peningkatan ini, dikatakan Fauzi, menjadi hal positif karena mencerminkan semakin banyak masyarakat yang bertahan dengan polis asuransinya hingga akhir kontrak.
Untuk klaim surrender tercatat Rp 20,80 triliun atau menurun 22,4% secara tahunan pada kuartal I 2024. Sementara untuk klaim partial withdrawal meningkat 47,4% menjadi Rp 5,8 triliun, yang menandakan jika pemegang polis lebih memilih melakukan ini ketimbang harus surrender polisnya. Lalu, pembayaran klaim lainnya tercatat Rp 1,55 triliun atau menurun 22,4%.
“Lalu pembayaran klaim meninggal dunia menurun 10,7% menjadi Rp 2,58 triliun di kuartal I 2024. Ini yang harus kita syukuri, artinya masyarakat Indonesia semakin sehat dan semakin baik secara mortalitasnya,” ucap Fauzi.
Baca Juga
Gelar Edukasi dan Literasi Asuransi Jiwa di Bandung, AAJI Tekankan Pentingnya Perencanaan Keuangan
Namun, untuk klaim kesehatan mengalami peningkatan 29,6% secara tahunan menjadi Rp 5,96 triliun di kuartal I 2024. Menurutnya, kenaikan klaim kesehatan setidaknya sudah berlangsung sejak dua tahun belakangan. Oleh karena itu pihaknya sangat menyoroti hal ini.
“Penyebabnya mungkin saat ini semakin banyak masyarakat yang sudah berani ke rumah sakit, ditambah pula dengan peningkatan inflasi medis,” ujar Fauzi.

