AAJI Sebut Klaim Asuransi Jiwa Turun 6,8% Selama 2023
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, sepanjang tahun 2023 lalu industri asuransi jiwa membukukan penurunan total klaim dan manfaat sebesar 6,8% dari Rp 174,65 triliun di 2022 menjadi Rp 162,75 triliun di tahun lalu.
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Freddy Thamrin mengungkapkan, ada sejumlah hal yang membuat total klaim secara industri menurun. Alasan yang menonjol antara lain penurunan pada klaim meninggal dunia, akhir kontrak, surrender, dan partial withdrawal.
“Secara keseluruhan total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa sepanjang 2023 tercatat mengalami penurunan jika dibandingkan total pembayaran di tahun 2022,” ujarnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/2/2024).
Ia merinci, klaim meninggal dunia yang dibayarkan secara industri pada tahun lalu mencapai Rp 11,02 triliun atau menurun 8,3% jika dibandingkan 2022 yaitu Rp 12,03 triliun. Secara langsung maupun tidak, lanjut Freddy, hal ini mencerminkan jika jumlah penduduk Indonesia yang meninggal jumlahnya berkurang.
Baca Juga
Lalu, klaim akhir kontrak juga mengalami penurunan 18% secara tahunan menjadi Rp 17,70 triliun di tahun lalu. Hal ini jauh lebih baik ketimbang tahun 2022 yang mencatatkan peningkatan klaim sebesar 108,4%.
Dikatakan Freddy, klaim surrender dan partial withdrawal juga mengalami penurunan masing-masing 10% dan 9,3% menjadi Rp 89,93 triliun dan Rp 16,96 triliun. Sejauh ini, klaim surrender jadi kontributor terbesar dari total klaim yang dibayarkan di tahun lalu, dengan pangsa sekitar 55,3%.
“Menurunnya klaim partial withdrawal dan surrender merupakan berita baik bagi industri asuransi jiwa, yang menjadi indikasi bahwa masyarakat semakin paham perlindungan jangka panjang asuransi jiwa,” katanya.
Ia berharap tren penurunan klaim ini akan terus berlanjut ke depannya, dan masyarakat tetap bisa merasakan manfaat asuransi jiwa yang optimal. “Tentunya kita harapkan sedikit sekali yang surrender, jatuh tempo supaya orang banyak yang pegang polis asuransi,” pungkasnya.
Selain sejumlah klaim yang mengalami penurunan, klaim kesehatan dan klaim lain-lain mengalami peningkatan masing-masing 24,9% dan 9,5% di tahun lalu. (CR-13)
Baca Juga
Klaim Kesehatan Diperkirakan Berpotensi Naik, Ketua AAJI Ungkap Penyebabnya

