Harga Emas Mundur Kian Jauh dari Level Tertingginya, Ini Kata Pengamat
Harga emas mengalami penurunan lebih lanjut di perdagangan Jumat (24/5/2024), mundur lebih jauh dari rekor tertingginya. Hal itu karena adanya kekhawatiran terhadap suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang meningkat karena risalah rapat The Fed menunjukkan kekhawatiran terhadap inflasi yang kaku.
Alhasil harga logam tertekan oleh penguatan dolar AS, yang mencapai level tertinggi dalam satu minggu setelah risalah pertemuan Federal Reserve pada akhir April menunjukkan para pembuat kebijakan semakin khawatir terhadap inflasi yang kaku. Ditambah berkurangnya permintaan safe haven, karena kematian Presiden Iran tidak meningkatkan ketegangan di Timur Tengah seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Beberapa pengambil kebijakan juga terbuka untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut guna menurunkan inflasi, meskipun skenario seperti itu tampaknya tidak mungkin terjadi. Namun, The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dalam menghadapi inflasi yang tinggi.
Baca Juga
Harga Emas Antam Melorot Rp 20.000 per Gram, Segini Harga Termurahnya
Tanda-tanda bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga tinggi, menurutnya akan memudarkan harga emas, seperti juga menguatnya dolar dan imbal hasil treasury AS. Greenback juga menguat setelah pembacaan pernyataan bank sentral yang masih masih berhati-hati karena inflasi masih stagnan.
"Dalam kondisi seperti ini emas akan turun lagi ke level US$ 2.256 per troy ons. Apabila tembus maka emas akan menuju level terendah di US$ 2.062 per ons troi,” kata Direktur PT Laba Forexindo berjangka Ibrahim Assuaibi dalam risetnya, Jumat (24/5/2024).
Adapun suku bunga jangka panjang yang tinggi menjadi pertanda buruk bagi emas dan logam mulia lainnya, mengingat hal tersebut meningkatkan biaya peluang berinvestasi pada logam tersebut. Gagasan ini telah membuat harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang tahun ini.
Baca Juga
Di Tengah Sikap Hawkish The Fed, Harga Emas Kokoh di Level Tinggi
Lebih lanjut, Pejabat Federal Reserve pada pertemuan kebijakan terakhir mengatakan mereka masih yakin bahwa tekanan harga akan berkurang setidaknya secara perlahan dalam beberapa bulan mendatang. Namun muncul keraguan mengenai apakah tingkat suku bunga saat ini cukup tinggi untuk menjamin hasil tersebut. Apalagi berbagai pejabat The Fed mengatakan mereka akan bersedia menaikkan biaya pinjaman lagi jika inflasi melonjak.
Selain itu, kurangnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah kematian Presiden Iran juga melemahkan permintaan safe haven terhadap emas.
"Dalam perdagangan pasar siang ini, harga emas dunia melemah di level US$ 2.339,90 per troy ons. Sedangkan untuk perdagangan besok, emas dunia akan diperdagangkan melemah dikisaran US$ 2.277,50 hingga US$ 2.372,40 per troy ons," sebut Ibrahim.

