Dipicu Rencana Perilisan Stok Bensin AS, Harga Minyak Bergerak Bearish
JAKARTA, investortrust.id - Harga minyak pagi ini, Rabu (22/5/2024) terpantau masih bergerak bearish terbebani oleh sentimen dari rencana Amerika Serikat (AS) yang akan merilis 1 juta barel bensin. Meski demikian, komitmen Tiongkok untuk mengendalikan risiko di sektor properti dan semakin memuncaknya eskalasi konflik di jalur Gaza memberikan dukungan pada harga minyak.
Melihat dari sudut pandang teknis, riset ICDX, Rabu (22/5/2024) menuliskan bahwa harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 76 per barel.
Departemen Energi AS pada Selasa (21/5/2024) mengumumkan akan merilis 1 juta barel bensin dari cadangan pasokan bensin Northeast untuk mencegah lonjakan harga bahan bakar menjelang musim mengemudi musim panas. Menteri Energi AS, Jennifer Granholm menambahkan, tindakan strategis tersebut akan dilakukan ditengah perayaan libur Memorial Day dan libur Fourth of July.
Masih dari AS, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah dan stok bensin AS dalam sepekan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 2,48 juta barel dan 2,09 juta barel untuk pekan yang berakhir 17 Mei.
Laporan API tersebut sekaligus mengindikasikan kondisi permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS. Namun demikian, pasar masih menantikan laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik Energy Information Administration (EIA).
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng menyatakan akan mengendalikan risiko yang saling terkait di sektor properti, utang pemerintah daerah, dan lembaga keuangan kecil lokal dan menengah.
Komentar He tersebut meningkatkan harapan akan pemulihan ekonomi di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu, yang mengalami masalah di sektor keuangan akibat krisis properti.
Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, pasukan Israel pada hari Selasa dilaporkan semakin meningkatkan serangan tank dan udara dengan menyerbu lebih jauh ke Jabalia di Gaza utara, serta melancarkan serangan udara di Rafah di selatan Gaza. Serangan Israel secara serentak di tepi utara dan selatan Jalur Gaza membuat eskalasi tensi kian memuncak di wilayah Timur Tengah tersebut.

