Stok Bensin Berlimpah, Harga Minyak Mentah AS Anjlok Lebih dari 1%
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah AS turun lebih dari 1% pada hari Kamis (30/05/20242) dan berada pada laju menuju bulan terburuk tahun ini. Permintaan bensin melemah seiring dengan tren mengemudi di musim panas.
Baca Juga
Ekspektasi Pengurangan Produksi Sukarela OPEC+ Topang Kenaikan Harga Minyak
Minyak mentah AS turun 4,9% di bulan Mei, kinerja terburuk sejak Desember. Brent telah kehilangan 6,8% bulan ini, menempatkan patokan global tersebut pada laju negatif pertama dalam lima bulan terakhir.
Stok bensin AS meningkat sebesar 2 juta barel pada minggu lalu karena permintaan turun sebesar 166.000 barel per hari menjelang liburan Memorial Day, menurut data dari Administrasi Informasi Energi. Rata-rata harian permintaan bensin mencapai 8,6 juta barel per hari, turun 1,4% dari periode tahun lalu.
Meski secara bulanan menurun, dilihat dari awal tahun hingga saat ini, harga minyak tercatat naik. Dikutip dari CNBC, berikut harga energi penutupan hari Kamis :
• Kontrak West Texas Intermediate Juli: $77,91 per barel, turun $1,32, atau 1,67%. Sampai saat ini (year to date/ytd), minyak AS naik 8,74%.
• Kontrak Brent bulan Juli: $81,86 per barel, turun $1,74, atau 2,08%. Patokan global ytd naik 6,2%.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Juni: $2,40 per galon, turun 2,43%. Harga bensin berjangka ytd naik 14,3%.
• Kontrak Gas Alam bulan Juli: $2,57 per seribu kaki kubik, turun 3,53%. Harga gas alam ytd naik 2,3%.
Harga minyak diperdagangkan dalam kisaran yang ketat selama sebulan terakhir karena persediaan telah stabil. Namun, data ekonomi yang lemah menunjukkan risiko penurunan lebih lanjut, menurut Amarpreet Singh, analis energi di Barclays. Permintaan di Tiongkok tampaknya telah melemah pada kuartal pertama, kata Singh kepada kliennya dalam sebuah catatan.
Investor sekarang menantikan data inflasi pada hari Jumat dan pertemuan penting OPEC+ pada hari Minggu yang akan meninjau tingkat produksi kelompok tersebut.
Anggota OPEC+ sedang berdiskusi untuk mempertahankan pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga akhir tahun, sumber mengatakan kepada Reuters menjelang pertemuan.
Baca Juga

