Intip Prediksi Bullish Bitcoin dan Tantangan yang Harus Dihadapi ke Depan
Harga Bitcoin (BTC) bertahan di atas US$ 65.000 meskipun terjadi penurunan pada hari ini, Jumat (17/5/2024). Apa yang menyebabkan lonjakan BTC tertahan?
Sebelumnya, harga Bitcoin melonjak hampir 8% dalam waktu 24 jam. Reli pasar kripto mengikuti lonjakan harga Bitcoin sejak kemarin. Lonjakan harga ini mengikuti data inflasi AS terbaru, yang mungkin telah meredakan beberapa kekhawatiran investor mengenai potensi langkah The Fed dalam kebijakan suku bunganya.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur menjelaskan, kenaikan Bitcoin sebelumnya ditopang data CPI AS terbaru menunjukkan bahwa inflasi mereda pada bulan April, memberikan kelegaan bagi investor pasar kripto. Menurut data Departemen Tenaga Kerja, CPI AS naik 0,3% di bulan April, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 0,4%.
Pada saat yang sama, CPI Inti dari tahun ke tahun naik 3,6%, sejalan dengan perkiraan Wall Street dan lebih rendah dari 3,8% yang tercatat pada bulan sebelumnya. Data inflasi yang menurun ini, meskipun masih berada di atas kisaran target The Fed sebesar 2%, tetap memperkuat kepercayaan investor.
Sementara itu, data PPI AS awal pekan ini telah memicu kekhawatiran atas sikap The Fed AS yang lebih hawkish. Namun, meskipun data PPI AS lebih panas dari perkiraan, data inflasi terbaru tampaknya mengabaikan kekhawatiran para pelaku pasar, sebagaimana dibuktikan oleh reli baru-baru ini di pasar kripto.
"Aliran masuk ETF Bitcoin juga mendukung optimisme pasar kripto. Data terbaru dari Farside Investors menunjukkan bahwa ETF Bitcoin Spot AS mencatat arus masuk sebesar US$ 303 juta pada hari Rabu (15/5/2024)," ujarnya dalam riset, Jumat (17/5/2024).
Baca Juga
Selain itu, GBTC Grayscale mencatat arus masuk sebesar US$ 27 juta, pertama kalinya sejak mencatat arus masuk sebesar US$ 3,9 juta pada tanggal 6 Mei. Perlu dicatat bahwa ETF Bitcoin AS telah mencatat arus masuk sekitar US$ 470 juta dalam tiga hari pertama di minggu ini, mencerminkan kembalinya momentum instrumen investasi. Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaku pasar mengalihkan fokus mereka ke ruang aset digital.
Sementara itu, kata Fyqieh, meski BTC telah menunjukkan performa terbaiknya, masih ada hambatan yang membuat Bitcoin belum kembali menyentuh all time high (ATH) terbarunya di level US$ 73.000. Salah satunya adalah komentar pejabat The Fed yang masih hawkish.
Komentar pejabat The Fed pada hari Kamis (16/5/2024) melemahkan ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga Fed di bulan September. Anggota FOMC, Loretta Mester dan Raphael Bostic, menyarankan jalur suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang, sehingga berdampak pada sentimen risiko pasar.
Meskipun demikian, peluang penurunan suku bunga The Fed pada bulan September tetap positif. Menurut CME FedWatch Tool, kemungkinan The Fed memangkas suku bunga pada bulan September mencapai 68,4% pada hari Kamis (16/5/2024), turun dari 68,7% pada hari Kamis (9/5/2024).
Data aliran ETF Bitcoin pada hari Kamis (16/5/2024) juga positif, meski belum terlalu optimal. Meskipun data aliran pasar ETF spot BTC AS positif terhadap harga BTC, investor harus terus memantau pidato anggota FOMC. Anggota FOMC, Christopher Waller, dijadwalkan untuk berbicara pada hari Jumat (17/5/2024).
Sentimen Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan investor sedang kembali meramaikan pasar. Crypto Fear & Greed Index naik secara signifikan dari posisi minggu lalu, dari 66 menjadi 74, meskipun masih berada dalam kategori "Greed". Hal ini, sambung Fyqieh, menunjukkan bahwa minat dan kepercayaan investor terhadap aset kripto meningkat.
Baca Juga
Data Inflasi AS Terkendali, Bitcoin Lompat ke Level US$ 66.000-an
Para pelaku pasar tampak lebih optimis tentang prospek jangka pendek dan menengah, mendorong lebih banyak aliran modal ke dalam ekosistem kripto. Namun, kondisi "Greed" ini juga mengindikasikan bahwa pasar mungkin rentan terhadap koreksi jika ada berita negatif atau perubahan sentimen yang tiba-tiba. Oleh karena itu, meskipun momentum saat ini positif, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan risiko dalam strategi investasi mereka.
Pada Jumat (17/5/2024) pukul 12.00 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di angka US$ 65.600, bertengger tepat di atas moving average 50-hari (MA-50). Kondisi ini menunjukkan bahwa BTC berada dalam posisi kuat untuk melanjutkan tren kenaikannya.
"Jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$ 65.000 atau MA-50, ada potensi untuk melanjutkan kenaikan hingga sekitar US$ 69.000. Namun, jika BTC gagal bertahan di atas MA-50, ada kemungkinan harga akan melemah ke US$ 62.500. Data aliran pasar ETF BTC spot AS dan obrolan Anggota FOMC perlu dipertimbangkan," ucap Fyqieh.
Indikator teknis juga menunjukkan sinyal positif. Indikator Stochastic sedang naik menuju area overbought, menandakan tekanan beli yang tinggi. Selain itu, histogram MACD menunjukkan momentum bullish, memperkuat prospek kenaikan lebih lanjut.
"Adapun level support terdekat berada di US$ 64.000, sementara resistance utama berada di US$ 69.000. Trader dan investor disarankan untuk memantau level-level kunci ini sebagai panduan dalam mengambil keputusan perdagangan," ucap Fyqieh.

