Harga Minyak dan Batu Bara Kompak Naik, Emas Giliran Turun
Harga tiga komoditas dunia seperti minyak dan batu bara kompak menguat jelang akhir pekan ini. Sebaliknya harga emas justru mengalami penurunan.
Mengutip D’Origin Jumat (17/5/2024), Harga minyak mentah naik setelah data menunjukkan pasar kerja Amerika Serikat (AS) yang stabil, memicu harapan bahwa Federal Reserve dapat mulai menurunkan suku bunga pada musim gugur. Ini yang seharusnya merangsang ekonomi dan meningkatkan permintaan minyak.
Futures Brent menetap 52 sen, atau 0,6%, lebih tinggi pada US$ 83,27 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir pada US$ 79,23, naik 60 sen, atau 0,8%.
Baca Juga
Senada harga batu bara lanjut menguat ditopang oleh sentimen dari Tiongkok. Harga batu bara Newcastle untuk Mei 2024 naik US$ 0,5 menjadi di US$ 143,5 per ton. Sedangkan Juni 2024 meningkat US$ 1 menjadi US$ 141 per ton. Sementara itu, Juli 2024 menguat US$ 2,25 menjadi US$ 143,75 per ton.
Sedangkan harga emas turun karena dolar AS menguat. Hal itu terjadi meskipun tanda-tanda inflasi AS yang mereda memperkuat harapan pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini dan menjaga bullion mendekati puncak satu bulan.
Baca Juga
Menteri ESDM Ragukan Target Lifting Minyak 1 Juta BOPD Tercapai di 2030
Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 2.379,60 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak 19 April sebelumnya dalam sesi tersebut. Bullion naik lebih dari 1% pada hari Rabu. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ditutup 0,4% lebih rendah pada $2.385,50 per ons.
Secara umum, bullion adalah istilah dari bahasa Inggris yang berarti sebagai jenis emas atau perak batangan yang secara resmi diakui mempunyai kadar kemurnian 99,5% hingga 99,9%.

