Waspada Kejahatan Siber, AdaKami Ingatkan Pentingnya Menjaga Data Pribadi
JAKARTA, investortrust.id – PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) mengingatkan pentingnya menjaga keamanan siber. Pasalnya, saat ini kejahatan siber terus mengalami peningkatan.
Merujuk data Patroli Siber, pada periode Januari - Mei 2024, angka penipuan online mencapai 36,62% dengan jumlah laporan 14.495, kemudian pemerasan online 21,76% dengan jumlah laporan 8.614, pencemaran nama baik 16,56% dengan jumlah laporan 6.556 dan sisanya ancaman pencemaran dan kejahatan lainnya.
Public Affairs PT Pembiayaan Digital Indonesia, Karissa Sjawaldy mengatakan, agar terhindar dari kejahatan siber, diperlukan upaya pengamanan yang baik, terlebih ancaman siber bukan hanya berlaku bagi korporasi besar, tapi juga individu.
“Kita sebagai individu harus sadar akan pentingnya keamanan siber. Jadi kalau untuk perlindungan pribadi terutama bagaimana menjaga privasi dan segala data-data personal kita,” jelas Karissa dalam acara ‘’Konvergensi Investortrust,’’ yang berlangsung di kantor Investortrust, Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Antisipasi Modus Kejahatan, AdaKami Imbau Sejumlah Hal Ini ke Masyarakat
Dia menyayangkan, masih banyak pihak yang belum melakukan mitigasi dari serangan siber, seperti melakukan proses back-up secara berkala yang dapat menghindari kita dari ancaman kehilangan data saat di-hack.
“Nah perlindungan data pribadi, data badan usaha, maupun data perusahaan itu harus di backup dan harus diproteksi dengan sistem yang memang mumpuni juga. Karena memang modus itu tidak dijemput, tidak diantar juga,” ujarnya.
Salah satu langkah menjaga data-data personal adalah dengan tidak membuka data pribadi untuk umum. Contohnya, adalah dengan merahasiakan data-data pribadi seperti tanggal kelahiran di media sosial.
“Jadi ketika kita bicara modus, modus ini menyasar data-data pribadi kita, kalau untuk individu. Jadi hacking, akunnya ke hack. Terus juga ada link yang nanti kita klik itu akan mengambil data pribadi,” tuturnya.
Baca Juga
Investigasi AdaKami Temukan Adanya Agen Penagihan yang Melanggar SOP
Lebih lanjut, Karissa menjelaskan bahwa menjaga keamanan siber juga merupakan tugas semua sehingga diperlukan langlah kolaborasi seperti individu, pelaku usaha, pemerintah, dan penegak hukum.
“Jadi ini merupakan suatu tanggung jawab seluruh pihak. Dan ini bebannya itu ada di seluruh stakeholders. Jadi ketika kita bersama-sama melihat keamanan siber, dan melihat dari sisi jangka panjang, kita akan mengerti bahwa perlindungan data pribadi itu adalah suatu kunci,” ujarnya.
Mencermati pentingnya melakukan mitigasi dari ancaman kejahatan siber, , Kadin Indonesia berencana menggelar diskusi dengan tema: Cyber Risk Resilience “Strengthening and Prioritizing Your Digital Defenses.”
Diskusi ini akan menghadirkan dua pembicara andal asal Amerika yaitu, Miguel Clarke dan Randolph Oudemans pada Jumat, 17 Mei 2024. Dua nara sumber akan membahas mengenai langkah menghadapi serangan siber melalui risk assessment. (CR-4)

