AXA Mandiri Catat Penurunan Premi 4,51% di Tahun Lalu, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 11,68 triliun di tahun lalu atau turun 4,51% dibandingkan 2022 yaitu Rp 12,21 triliun.
Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G Kusuma mengatakan, penurunan tersebut sesuai dengan rencana bisnis dari pihaknya yang berupaya menggeser penjualan dari produk-produk yang bersifat single premium atau sekali bayar ke arah reguler premium atau premi yang dibayar berkala.
“Makanya memang kita me-reduce dari single premium dan kita menuju lebih banyak portofolio yang lebih sehat, yaitu portofolio dari bisnis regular premium,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Tumbuh 13,2%, AXA Mandiri Ukir Rekor Laba Bersih Rp 1,33 Triliun di Tahun Lalu
Dikatakan Handojo, termasuk juga penjualan pada produk asuransi tradisional yang menawarkan proteksi. Tujuannya, agar portofolio bisnis terus sustain. Hal ini menurutnya bisa dilakukan dengan pembenahan pada portofolio bisnis, selain pertumbuhan bisnis itu sendiri.
“Untuk bisnis baru kita pasti akan tumbuh, kita punya ambisi untuk tumbuh double digit di tahun ini dari sisi bisnis baru,” katanya.
Selain mendorong pertumbuhan portofolio dari sisi penjualan produk yang bersifat single premium, lanjut Handojo, pihaknya juga akan melakukan penyeimbangan pada portofolio lainnya, misalnya portofolio investasi.
Baca Juga
Biaya Medis Meningkat, AXA Financial Indonesia Akan Sesuaikan Premi Asuransi Kesehatan
Di sisi lain, ke depannya AXA Mandiri akan berfokus pada penjualan produk berbasis proteksi dengan menyasar terhadap bisnis ritel, termasuk mikro. Karena pengembangan bisnis di segmen ini sangat potensial.
”Terutama dengan model bancassurance, dengan nasabah-nasabah dari partner bisnis kita dan induk perusahaan Bank Mandiri,” jelas Handojo.
