Tumbuh 13,2%, AXA Mandiri Ukir Rekor Laba Bersih Rp 1,33 Triliun di Tahun Lalu
JAKARTA, investortrust.id - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,33 triliun di tahun lalu, atau tumbuh 13,2% dibandingkan 2022 yang tercatat Rp 1,17 triliun. Perusahaan asuransi jiwa ini mengklaim capaian tersebut merupakan kenaikan laba tertinggi sepanjang sejarah.
Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G Kusuma mengungkapkan, kenaikan laba tersebut didukung oleh inisiatif untuk terus menjaga portofolio bisnis yang sehat dan pengelolaan biaya, serta risiko underwriting yang baik.
“Pencapaian ini juga ditopang oleh inisiatif perusahaan untuk senantiasa meningkatkan perlindungan jiwa dan kesehatan bagi masyarakat dengan menyediakan produk asuransi jiwa yang inklusif dan layanan yang inovatif,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Biaya Medis Meningkat, AXA Financial Indonesia Akan Sesuaikan Premi Asuransi Kesehatan
Menurut Handojo, sepanjang tahun lalu pihaknya mampu mencatatkan pendapatan premi bruto sebesar Rp 11,68 triliun. Di mana terdapat tren peningkatan pada premi dari nasabah baru yang tercermin pada pertumbuhan 5,2% untuk premi tahun pertama menjadi Rp 1,69 triliun.
“Dari sisi investasi, pendapatan investasi neto tumbuh sebesar 1,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 1,55 triliun yang ditopang oleh pendapatan bunga dari surat berharga,” katanya.
Di sisi bersamaan, lanjut Handojo, pihaknya juga telah membayarkan total klaim bruto sebesar Rp 10,11 triliun di tahun lalu, serta melindungi lebih dari 3,8 juta tertanggung di seluruh Indonesia.
“Pencapaian ini mengukuhkan posisi AXA Mandiri sebagai perusahaan nomor satu di pangsa pasar bancassurance,” ujarnya.
Baca Juga
AXA Mandiri Rilis Produk Asuransi Syariah Baru, Ini Keunggulannya
Dikatakan Handojo, dengan pertumbuhan bisnis serta strategi penempatan investasi yang prudent, membuat total aset AXA Mandiri juga meningkat 2,39% dari Rp 40,15 triliun pada 2022 menjadi Rp 41,11 triliun di tahun lalu.
Di sisi bersamaan, rasio solvabilitas yang tercermin dari risk based capital (RBC) juga berada di level 519,24% di tahun lalu, atau meningkat dari 477,58% pada 2022. Capaian ini berada jauh diatas batas minimum yang telah ditentukan regulator yaitu 120%.
“Hal ini mencerminkan kekuatan kesehatan keuangan AXA Mandiri untuk dapat terus memberikan proteksi asuransi jiwa bagi nasabah,” kata Handojo.
