Dorong Konsolidasi, OJK Prediksi Jumlah BPR akan Menyusut Drastis
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendorong industri bank perekonomian rakyat (BPR) semakin memiliki daya saing, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri ini untuk melakukan konsolidasi. Upaya ini diperkirakan akan mengurangi jumlah BPR yang beroperasi secara drastis.
“Itu yang cukup signifikan, nanti kami perkirakan jumlahnya ratusan bisa dikatakan begitu pengurangannya. Tapi ditentukan dengan penguatan yang luar biasa besar,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, secara virtual, Senin (13/5/2024).
Pengurangan yang dimaksud, lanjutnya ialah dengan konsolidasi. Di sisi yang bersamaan, regulator juga akan menerapkan single presence policy atau kewajiban kepemilikan tunggal melalui penggabungan atau peleburan.
Baca Juga
Sehingga, ke depan satu orang hanya diperbolehkan untuk memiliki satu BPR. Tidak bisa seperti sebelumnya, yang memperbolehkan satu orang memiliki lebih dari satu BPR, bahkan bisa mempunyai lima BPR bahkan lebih.
“Jadi BPR-BPR yang ada itu akan digabung, kemudian satu diantaranya akan ditunjuk sebagai induk dan dijadikan kantor pusat. Sementara yang sebelumnya menjadi kantor pusat BPR lainnya, kemudian akan dijadikan kantor cabang,” kata Dian.
Baca Juga
Dikatakan Dian, jumlah BPR dari waktu ke waktu memang terus menyusut. Pada 2021 saja misalnya, jumlah rural bank sekitar 1.623 BPR dan BPRS. Lalu menurun menjadi 1.566 BPR dan BPRS pada Maret 2024. Meski secara jumlah menyusut, namun dari sisi kinerja masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif.
“Pertumbuhan kreditnya tumbuh 9,42%, DPK (dana pihak ketiga)-nya tumbuh 8,60%, kemudian asetnya naik sekitar 7,34%,” ucapnya.
Menurut Dian, upaya mendorong konsolidasi ini telah terbukti dalam memperkuat ketahanan permodalan, dan juga penguatan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang justru menjadi nilai tambah tersendiri bagi industri BPR.
“BPR dari waktu ke waktu semakin mendekati bank umum. Tentu kita akan melihat bahwa governance-nya yang terkait dengan performa dan rasio keuangan pun akan semakin menguat dari waktu ke waktu,” kata Dian.

