Simak Tantangan Baru Bitcoin, Mulai dari Dampak Eksodus Modal hingga Ketidakpastian Makroekonomi
Pergerakan Bitcoin (BTC) belum memberikan kepuasan bagi para investor dan trader. Minggu lalu, upaya pemulihan Bitcoin terhenti, menandakan tingkat penjualan yang tetap tinggi. Semakin lama harga mendekati level US$ 60.000, semakin besar kemungkinan terjadinya penurunan.
Dalam tujuh hari terakhir, harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4,6%, di bawah kinerja pasar kripto global yang turun sebesar 4,2%. Volume perdagangan 24 jam pada Senin (13/5/2024) tercatat sebesar US$ 12,67 miliar, menurun 37% dibandingkan hari sebelumnya.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, salah satu penyebab utama penurunan harga BTC adalah tindakan Grayscale yang dilaporkan menarik dana arus keluar lebih dari US$ 100 juta. Tindakan ini memiliki dampak signifikan pada kinerja harga Bitcoin yang lamban selama seminggu.
Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) tetap menjadi pemain dominan dalam ETF, menunjukkan pengaruh yang dapat menggerakkan harga Bitcoin di pasar. Komentar hawkish dari pejabat The Fed, bersama dengan tren arus pasar ETF Bitcoin spot pada Jumat (10/5/2024) lalu, terus memengaruhi permintaan pembeli untuk BTC.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Yakin Dolar AS akan Runtuh Saat Negara-negara BRICS Rilis Mata Uang Kripto
"Data ekonomi yang akan datang, termasuk data CPI dan PPI AS, bersamaan dengan pernyataan dari pejabat The Fed, akan menentukan arah pasar kripto di tengah volatilitas yang sedang berlangsung. Investor dengan cemas menanti data ekonomi penting ini untuk membantu mereka menavigasi pasar kripto yang bergejolak," kata Fyqieh dalam risetnya, Senin (13/5/2024).
Investor dengan cemas menunggu data ekonomi penting untuk membantu mereka menavigasi pasar kripto yang bergejolak. Data penting seperti Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS akan segera dirilis masing-masing pada tanggal 14-15 Mei dan mungkin akan mempengaruhi dinamika pasar, terutama mengingat sentimen pasar yang suram saat ini.
Baca Juga
“Paus” Kripto Borong Koin PEPE Rp 89,3 Miliar di Tengah Penurunan Pasar
Selain itu, komentar yang dibuat oleh pejabat Fed akan memberikan informasi lebih lanjut tentang tindakan kebijakan, yang akan mempengaruhi prospek investor kripto. Kepercayaan konsumen akhir-akhir ini menurun, sehingga semakin menambah kekhawatiran terhadap perekonomian.
Data CPI dan PPI berikutnya akan menjadi lebih penting mengingat meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi. Pada hari Selasa, 14 Mei, Indeks Harga Produsen (IHP) Amerika Serikat dan angka PPI Inti akan dirilis, memberikan informasi penting mengenai dinamika harga di berbagai industri.

