Bitcoin Cs Siap Hadapi Tekanan Makroekonomi Pasca Halving
Pasar kripto dan Bitcoin mampu bangkit setelah momen halving terjadi pada Sabtu (20/4/2024) waktu Indonesia. Bitcoin sempat pulih ke level US$ 65.000 yang merupakan posisi rata-rata pergerakan eksponensial 20 hari, sebuah level penting yang harus diperhatikan.
Secara keseluruhan, investor merespons positif Bitcoin Halving. Meredanya kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah turut berkontribusi terhadap kemajuan ini. Terlebih data tren aliran pasar ETF BTC-spot mencerminkan sentimen investor terhadap Bitcoin Halving.
Pasar ETF BTC-spot mengakhiri lima sesi arus keluar bersih berturut-turut. Pada hari Jumat (19 April), pasar ETF BTC-spot melihat total arus masuk bersih sebesar US$ 59,7 juta. iShares Bitcoin Trust (IBIT) mencatatkan 69 sesi arus masuk bersih berturut-turut. Namun, pasar ETF BTC-spot melihat total arus keluar bersih sebesar US$ 204,3 juta dalam pekan yang berakhir 19 April.
Setelah Bitcoin Halving, Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengatakan, fokusnya kemungkinan akan beralih ke tren ETF BTC dan kepastian makroekonomi. Tren naik dalam arus masuk pasar ETF spot BTC dapat mendorong permintaan pembeli terhadap BTC. Namun, situasi makroekonomi masih bisa menjadi penghalang pergerakan Bitcoin selanjutnya.
“Pasar kripto bersiap menghadapi potensi dampak di tengah antisipasi data PDB dan inflasi PCE minggu ini karena The Fed mengisyaratkan penundaan penurunan suku bunga,” ujarnya dalam riset, Senin (22/4/2024).
Rilis indikator-indikator ekonomi penting yang akan datang, termasuk data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan angka inflasi Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), telah meningkatkan spekulasi seputar sikap kebijakan moneter Fed. Perilisan data tersebut dijadwalkan masing-masing pada hari Kamis (25/4/2024) dan Jumat (26/4/2024).
Pelaku pasar menunggu rilis data ekonomi penting untuk mendapatkan wawasan di tengah dilema penurunan suku bunga The Fed. Sinyal hawkish dari pejabat Fed mengurangi sentimen dan berkontribusi terhadap fluktuasi pasar.
Baca Juga
3 Altcoin Ini Wajib Diperhatikan Pasca Bitcoin Halving, Apa Saja?
Sementara di tengah ketidakpastian yang masih ada, CME FedWatch Tool menunjukkan kemungkinan besar 96% The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan mendatang pada 1 Mei 2024.
Fyqieh lebih lanjut menjelaskan, Sentimen Crypto Fear & Greed Index pun masih menunjukan level "Greed" dengan poin level 73. Hal ini menunjukan bahwa investor dan pelaku pasar memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap kondisi pasar kripto saat ini.
“Kepercayaan ini bisa mendorong lebih banyak transaksi dan investasi dalam waktu dekat, meskipun investor juga harus tetap waspada terhadap potensi perubahan mendadak di pasar yang bisa mempengaruhi nilai aset mereka,” tulis Fyqieh.
Kondisi "Greed" sering kali dianggap sebagai indikator bahwa pasar mungkin sudah terlalu panas, yang mana bisa menyebabkan koreksi harga jika terjadi penjualan besar-besaran oleh investor yang mengamankan keuntungan.
Analisis Harga Bitcoin
Pada Senin (22/4/2024) pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan sebesar 0,30% dalam 24 jam terakhir, dengan harga saat ini mencapai US$ 64.950. Kenaikan ini memberikan sinyal potensi bullish, terutama jika Bitcoin dapat mempertahankan posisinya di atas level support penting di US$ 64.000.
Adapun mengutip Coinmarketcap, Senin pukul 14.12 WIB harga BTC ada di US$ 66.322 atau naik 1,82% dalam sehari.
Para analis memperhatikan bahwa kemungkinan Bitcoin akan menguat lebih lanjut jika berhasil bertahan di atas level kritis ini. Ada peluang bagi Bitcoin untuk melanjutkan tren positifnya menuju Moving Average 50 hari (MA-50) yang berada di sekitar US$ 67.450. Pencapaian ini akan menjadi indikator kuat bahwa tren jangka pendek dapat berubah menjadi sangat bullish.
Baca Juga
Bagaimana Gerak Harga Bitcoin Pasca Halving, Ini Kata Praktisi
Dari perspektif teknikal, indikator Stochastic menunjukkan peningkatan yang mengarah ke area overbought, yang dapat diartikan sebagai sinyal bullish.
Namun, investor perlu tetap waspada karena kondisi overbought juga dapat memicu aksi jual untuk mengambil keuntungan. Sementara histogram
MACD menunjukkan momentum bearish yang terbatas, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan jual, penurunan harga mungkin tidak signifikan atau berkelanjutan.
Dengan level support yang ditetapkan di US$ 64.000, dan resistance di US$ 69.000, investor dan trader perlu memperhatikan kedua level harga ini untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

