Perusahaan Investasi Terkemuka Ini Yakin Solana Mampu Jadi Aset Kripto Terbesar Ketiga
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia, yakni Franklin Templeton memperkirakan bahwa Solana berpotensi menjadi jenis aset kripto terbesar ketiga di pasar. Hal ini seiring dengan ketahanannya, hingga upaya yang dilakukan pengembang untuk memperbaiki persoalan jaringan yang terjadi baru-baru ini.
Franklin Templeton yang memiliki total dana kelolaan atau asset under management (AUM) senilai Rp 1,5 triliun ini, memuji Solana, karena perkembangan jaringan yang tumbuh secara luas di pasar kripto.
Dalam sebuah catatan yang di rilis di jejaring sosial, perusahaan tersebut menyatakan bahwa Solana berhasil menangkap sebagian hasil dari akselerasi mata uang kripto di kuartal empat tahun lalu.
Baca Juga
Hadapi Tekanan Regulasi AS, Bitcoin Turun Tipis Namun Solana dan XRP Mampu Menguat
Hal ini salah satunya tercapai berkat ekosistem Solana yang terus berkembang, khususnya berkat kelengkapan fitur-fiturnya yang ditunjang pula dengan kecepatan transaksi dan biaya murah.
“Penggemar kripto bertanya-tanya apa hal besar berikutnya dalam kripto, meskipun kami tidak mengetahui jawaban pastinya, kami berpendapat ada kemungkinan besar hal itu terjadi di Solana,” ujarnya, dalam catatan, dikutip dari Bitcoin.com, Jumat (10/5/2024).
Di sisi bersamaan, Franklin Templeton juga mengomentari ketahanan jaringan tersebut. Hal ini tercermin ketika jatuhnya FTX pada 2022, membuat Solana sangat terpengaruh, namun berhasil bangkit kembali dengan jumlah adopsi yang kuat.
Karena biaya dan skalabilitasnya rendah, Solana juga sukses memanfaatkan tren koin meme. Menghasilkan token terkenal seperti BONK dan WIF, yang tetap berada di 100 mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Baca Juga
Bitcoin Cs Kompak Lanjutkan Penurunan, Solana Berhasil Menguat 2,4%
Peningkatan aktivitas di Solana sendiri turut menyebabkan persoalan dari sisi operasional, namun perusahaan investasi tersebut mengungkapkan jika pengembang akan secara sigap memperbaiki masalah tersebut.
“Solana akan memantapkan dirinya sebagai aset kripto terbesar ketiga setelah Bitcoin dan Ethereum, dan kemungkinan akan menjadi jaringan yang menangkap gelombang besar adopsi kripto berikutnya,” katanya.

