Regulator Filipina akan Rilis Peraturan Mata Uang Kripto di Paruh Kedua Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa di Filipina atau The Philippines Securities and Exchange Commission (SEC) , Emiliano B Aquino mengungkapkan, pihaknya akan merilis kerangka peraturan untuk aset dan perdagangan kripto. Pengaturan akan dikeluarkan pada semester kedua tahun ini.
Melansir Bitcoin.com dikutip Kamis (9/5/2024) tujuan utama dari peluncuran ini ialah untuk melindungi kepentingan masyarakat Filipina yang terlibat dalam perdagangan mata uang kripto. Hal ini juga menjadi indikasi penegasan untuk menolak platform Binance.
Pengumuman Aquino ini datang hanya beberapa minggu usai SEC mengintensifkan tindakannya terhadap Binance. SEC meminta raksasa teknologi Apple dan Google untuk menghapus aplikasi pertukaran mata uang kripto dari toko aplikasinya masing-masing. Karena SEC berpendapat jika Binance tidak memiliki izin untuk menawarkan layanannya kepada penduduk di negara kawasan Asia.
Baca Juga
Bank di Kolombia Resmi Luncurkan Exchange Kripto dan Stablecoin
Terkait permintaan penghapusan aplikasi Binance, Aquino mengungkapkan jika Apple dan Google sebelumnya telah bertindak cepat. Harapannya, kedua raksasa teknologi ini bisa melakukan hal yang sama terhadap permintaan terbaru ini.
“Saya tahu masih ada beberapa investor yang bahkan tidak kami hentikan, karena mereka melakukannya melalui jaringan pribadi virtual,” kata Aquino.
Ia juga menjelaskan, alasan SEC membuat permohonan tersebut kepada Apple dan Google, meski menyadari bahwa pengguna lain masih akan tetap bisa mengakses aplikasi Binance melalui jaringan virtualnya secara pribadi.
“Mereka masih bisa. Tapi tidak ada yang bisa menyalahkan kita. Mungkin orang lain akan mengatakan bahwa kami tidak melakukan apa pun untuk menghentikan aplikasi ini,” ujar Aquino.
Baca Juga
Menurut ketua SEC ini, pertukaran mata uang kripto yang menargetkan orang Filipina harus mendapatkan izin yang diperlukan oleh Undang-Undang Republik No. 8799 sebelum memulai operasi.
Aquino menolak gagasan bahwa SEC mungkin menargetkan Binance, dengan menyatakan bahwa runtuhnya FTX adalah peringatan yang mendorong tindakan dari regulator sekuritas.

