Rugi Bumiputera Makin Bengkak Capai Rp 222,4 Miliar di Kuartal I
JAKARTA, investortrust.id - Hingga kuartal pertama 2024 Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera semakin merugi. Hal ini tercermin dari laba rugi setelah pajaknya yang minus Rp 222,43 miliar atau membengkak 50,91% dibanding kuartal satu 2023 yakni Rp 147,39 miliar.
Jika melirik laporan keuangan AJB Bumiputera per 31 Maret 2024 yang dipublikasikan di laman resminya, terkontraksinya laba perusahaan asuransi jiwa ini bisa jadi disebabkan oleh sejumlah faktor.
Misalnya pendapatan premi bruto yang mencatatkan penurunan 58,11% dari Rp 256,88 miliar pada kuartal pertama 2023 menjadi hanya Rp 108,61 miliar di periode yang sama tahun ini.
Baca Juga
AJB Bumiputera 1912 Bayar Klaim Rp 5 Miliar Setiap Pekan ke Nasabah
Sementara itu, klaim dan manfaat yang dibayar AJB Bumiputera melonjak signifikan 128,24% dari Rp 448,11 miliar pada kuartal pertama 2023 menjadi Rp 1,02 triliun di periode yang sama tahun ini.
Di sisi lain, hasil investasi tercatat Rp 44,34 miliar atau tumbuh 11,98% secara tahunan. Begitupula pendapatan lain yang mencatatkan kenaikan 42,58% secara tahunan menjadi Rp 164,13 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Namun, kenaikan keduanya tidak begitu membantu perbaikan kinerja.
Baca Juga
Gugatan Nasabah AJB Bumiputera Bergulir di Pengadilan, Ini Perkembangan Terbarunya
Hal ini semakin diperparah dengan tingkat kesehatan AJB Bumiputera yang tercermin dari rasio solvabilitasnya atau risk based capital (RBC) yang berada pada level -779,38% pada kuartal pertama tahun ini, atau turun semakin dalam dibanding periode yang sama 2023 yaitu -674,28%.
Capaian RBC yang dicatatkan perusahaan asuransi jiwa mutual ini juga masih jauh diambang batas minimum yang telah ditentukan regulator, yakni sebesar 120%.
