PLN Fokus Siapkan Pasokan Listrik di IKN, 2 Hal Ini Dikebut
JAKARTA, investortrust.id - PT PLN (Persero) saat ini sedang fokus menyiapkan pasokan listrik di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pasalnya, ada dua urgensi yang mereka kejar dalam waktu dekat ini.
Direktur Distribusi PT PLN, Adi Priyanto menyebutkan, urgensi pertama adalah listrik di IKN harus siap karena ibu kota baru tersebut akan digunakan untuk upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2024 mendatang.
Sementara itu, urgensi yang kedua adalah pada bulan Juli 2024 nanti, ada beberapa kantor yang sudah beroperasi di IKN. Maka dari itu, pasokan listriknya harus benar-benar dipersiapkan.
Baca Juga
Beli Tiket PEVS 2024 di Aplikasi PLN Mobile, Dapat Diskon Tambah Daya Hingga 60%!
“Saat ini PLN telah mempersiapkan acara peringatan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2024. Dan sebelum acara peringatan HUT RI dilaksanakan akan ada beberapa kantor yang beroperasi pada Juli 2024 dan tentunya pasokan listrik harus dipersiapkan,” kata Adi dalam keterangannya, Jumat (3/5/2024).
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menyatakan, PT PLN melalui PLN Nusantara Power akan memberikan pasokan listrik IKN dengan konsep forest city yang pintar, indah, dan ramah lingkungan.
Menurut Ruly, hal itu bisa dilakukan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 50 MG yang akan dipergunakan melistriki IKN, termasuk saat apel upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79 tanggal 17 Agustus 2024 mendatang.
Baca Juga
Layani Arus Mudik Lebaran, Penggunaan SPKLU PLN Naik Jadi 5 Kali Lipat
"PLTS IKN bisa beroperasi tepat waktu dan bisa digunakan melistriki IKN saat upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sinkronisasi tahap pertama dengan kapasitas 10 MW telah berhasil dilakukan sesuai jadwal. Kami akan lanjutkan dengan sinkronisasi untuk 40 MW sisanya dan lakukan uji coba hingga nanti PLTS ini bisa beroperasi komersial melistriki IKN," sebut Ruly.
PLTS IKN 50 MW menjadi pionir pembangkit EBT di kawasan IKN. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023. PLTS ini dibangun di lahan dengan luas 80 hektar dengan 21.600 panel surya dan mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga 337 pekerja.

