Paylater Makin Populer, Edukasi Finansial Jadi Kunci
JAKARTA, investortrust.id - Paylater terus menunjukkan perkembangan menjanjikan seiring adopsinya yang kian menjadi hal lumrah dalam masyarakat Indonesia. Pertumbuhan tersebut tentunya perlu diimbangi dengan edukasi yang tepat untuk menciptakan industri paylater yang lebih kondusif bagi semua.
Menjawab hal tersebut, Kredivo sebagai pionir dan penyedia paylater berkomitmen untuk mengedukasi penggunaan paylater secara bijak dan bertanggung jawab sebagai inisiatif utama selama 2024.
SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari menyebut, ibarat pedang bermata dua, paylater dapat membawa manfaat atau risiko tergantung pada penggunaannya.
Menurut Indina, di tangan yang bijak, paylater bisa meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup dengan membantu pengaturan arus kas. Namun di tangan yang salah, dapat muncul konsekuensi serius seperti kredit macet dan skor kredit yang menurun.
"Untuk itu, kami merasa perlu terus mengedukasi tentang manfaat dan risiko paylater secara imbang dan transparan, serta meluruskan berbagai stigma negatif terkait industri," ujar Indina dalam keterangan resminya, Kamis (2/5/2024).
Lebih lanjut, India mengatakan, sejalan dengan fokus Kredivo dalam edukasi pengguna, pihaknya baru-baru ini meluncurkan edukasi mengenai manfaat dan risiko paylater bertajuk #AndaiAndaPandai.
Dikemas unik dalam bentuk film pendek berkualitas tinggi, kampanye ini dengan transparan menunjukkan risiko nyata dari paylater seperti fenomena gagal bayar (galbay) dan konsekuensi terlilit hutang akibat penggunaan untuk hura-hura.
Di sisi lain, lanjut Indina, film ini juga mengangkat cerita-cerita nyata pengguna yang mampu meningkatkan kualitas hidup dengan dukungan paylater, seperti penggunaan untuk mendukung pekerjaan ataupun modal usaha.
Adapun kata Indina, hingga kini, sudah lebih dari lima juta orang menonton video edukasi #AndaiAndaPandai di platform Youtube.
Video berdurasi 5 menit ini pun ramai dikomentari oleh para pengguna Kredivo yang membagikan pengalaman mereka menggunakan Paylater Kredivo. Beberapa komentar juga menyoroti keberanian Kredivo yang secara transparan membahas sentimen negatif terkait Paylater.
“Sebelum menggunakan paylater, penting bagi pengguna untuk selalu mempertimbangkan kemampuan bayar. Selain itu, pastikan memilih platform yang legal, jangan mudah percaya dengan iming-iming platform ilegal," jelasnya.
Selain itu, yang tidak kalah penting adalah selalu baca dan pahami semua syarat, ketentuan serta tingkat bunga dan biaya lain di dalamnya. Indina mengatakan, yang dapat meraih manfaat optimal adalah pengguna bijak yang menggunakan paylater dengan perencanaan matang dan sesuai kebutuhan, tidak hanya berlandaskan keinginan.
Sebagai informasi, kampanye #AndaiAndaPandai tidak hanya bertujuan mengedukasi masyarakat tentang penggunaan paylater yang tepat, melainkan juga produk keuangan pada umumnya.
Di tengah tingginya kesenjangan antara tingkat inklusi keuangan (85,10%) dengan tingkat literasi (49,68%) di Indonesia, Kredivo percaya kampanye edukasi seperti #AndaiAndaPandai menjadi langkah penting untuk mendukung geliat industri keuangan inklusif. Serta dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih berdaya, serta membawa efek berganda pada perekonomian nasional.
Sebagai penyedia layanan keuangan yang bertanggung jawab, Kredivo terus konsisten mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai kampanye edukasi yang menarik dan relevan.
Melalui inisiatif seperti Generasi Djempolan hingga #AutoMikir, Kredivo telah sukses mengedukasi lebih dari 1.500 anak muda di seluruh Indonesia. Komitmen Kredivo untuk terus memperkuat kampanye edukasi ini sejalan dengan prinsip responsible lending dan implementasi langkah-langkah keamanan komprehensif yang dimiliki oleh Kredivo.

