Jelang Halving, Nilai Transaksi Kripto di Bulan Maret Melesat 725,8% Capai Rp 103,58 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat nilai transaksi kripto di pasar Indonesia pada Maret 2024 mencapai Rp 103,58 triliun. Nilai transaksi tersebut melesat 725,8% secara year on year. Nilai tersebut terbang menjelang Bitcoin halving yang terjadi pada 19 April 2024.
Bitcoin halving sebagai informasi adalah peristiwa ketika imbal hasil untuk menambang transaksi Bitcoin dipotong setengahnya atau 50%.
Jika dibandingkan bulan sebelumnya atau Februari 2024, nilai transaksi kripto tercatat di angka Rp 33,69 triliun. Capaian pada bulan Maret melonjak 207,45% secara bulanan atau month to month.
Namun data Bappebti menunjukkan, nilai transaksi kripto cenderung menurun sejak 2021. Di mana nilai transaksi aset kripto pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun, menurun menjadi Rp 306,4 triliun pada 2022, dan di 2023 hanya sebesar Rp 149,3 triliun. Kemudian mulai menunjukkan sinyal positif pada periode Januari-Maret tahun ini yang mencatatkan nilai transaksi Rp 158,8 triliun. Hal itu seiring kenaikan harga Bitcoin (BTC) dan Bitcoin halving.
Meski begitu, dari sisi tren nilai transaksi per bulan pada tahun 2023 tumbuh 11,2% dengan rata-rata nilai transaksi harian tahun lalu mencapai Rp 0,41 triliun. Sementara, rata-rata nilai transaksi bulanan tahun 2023 sebesar yaitu Rp 12,44 triliun.
Baca Juga
Mayoritas Aset Kripto Menguat, Bitcoin Rebound Jelang Halving
Seiring dengan tren positif yang ditunjukkan saat ini, Bappebti juga mencatat penambahan dan jumlah kumulatif pelanggan yang terdaftar di aset kripto. Pada Maret 2023 total pelanggan terdaftar tercatat di angka 17,14 juta pelanggan, kemudian meningkat menjadi 19,75 juta pelanggan pada Maret 2024. Jika dibandingkan bulan Februari tahun ini juga mengalami peningkatan, dimana dari 19,18 juta pelanggan.
Lebih lanjut, data Bappebti juga membeberkan karakteristik dari pelanggan aset kripto. Dari tujuannya membeli aset kripto, sebanyak 71,9% pelanggan ditujukan untuk investasi jangka panjang, 27,0% pelanggan untuk melakukan perdagangan, dan 1,1% untuk transfer flat.
Selain itu, sebanyak 35,8% nasabah mengalokasikan dananya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 500.000 untuk pembelian kripto. Diikuti alokasi Rp 500.000 sampai satu juta dengan pangsa 22,2%, lalu 19,4% diantaranya mengalokasikan Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. Kemudian, 13,2% nasabah melakukan pembelian kripto di atas Rp 5 juta dan 9,3% sisanya nasabah membeli kripto di bawah Rp 100.000.

