Direktur BNI Life Insurance Sebut Wealth Manager Harus Proaktif Berkomunikasi, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Direktur BNI Life Insurance, Neny Asriany menilai, seorang wealth manager harus proaktif berkomunikasi kepada para nasabah. Utamanya di masa seperti sekarang ini, di mana kondisi ekonomi tidak stabil (volatile).
“Dalam kondisi uncertainity seperti ini, klien juga butuh diyakinkan. Dengan kondisi market saat ini perlu diyakinkan bahwa strategi yang diambil saat ini sudah sesuai dengan long term financial goals dari klien tersebut,” kata Neny dalam acara International Wealth Management Conference, Rabu (24/4/2024).
Neny menyebutkan bahwa dalam kondisi volatile dan ekonomi yang turbulance seperti ini perlu adanya disversifikasi dan risk management. Menurutnya, kedua hal tersebut perlu ditekankan karena seluruh investasi tidak bergerak dengan arah yang sama.
“Kita tahu kalau kita telur dalam satu keranjang pasti akan pecah semua telurnya jika terjatuh. Maka dari itu perlu adanya disversifikasi yang kondisinya saling terbalik, sehingga bisa saling mengkompensasi,” jelas Neny.
Baca Juga
Ini 4 Hal yang Harus Dimiliki 'Wealth Manager' untuk Tingkatkan Produktivitas
Lebih lanjut, Neny menekankan bahwa untuk meningkatkan produktivitas, seorang wealth manager bisa melakukan scenario planning. Dalam hal ini melakukan stress test terhadap portofolio nasabah dalam hal kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.
“Kita harus bisa membuat yang namanya worst scenario, best scenario, dan bisa memberikan keyakinan kepada nasabah. Kalau memang portofolio yang sudah dianggap balance kemarin itu ternyata tidak fit lagi dengan kondisi saat ini, ya kita lakukan rebalancing. As simple as that,” sebut dia.
Sementara itu, dari sisi wealth manager-nya sendiri, Neny melihat bahwa seorang wealth manager itu harus terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Menurutnya ini adalah hal yang penting, mengingat kondisi pasar selalu berubah seiring juga dengan perkembangan zaman.
“Harus terus berusaha mengikuti seminar, webinar, maupun mengambil sertifikasi-sertifikasi yang menunjang profesi wealth manager. Seorang wealth manager harus memiliki stress management yang baik dan self care. Kalau dalam kondisi ini wealth manager-nya juga stres, bagaimana dengan kliennya? Ini juga yang perlu ditekankan dalam meningkatkan produktivitas,” papar Neny.

