Ini 4 Hal yang Harus Dimiliki 'Wealth Manager' untuk Tingkatkan Produktivitas
JAKARTA, investortrust.id - CEO & Founder MCI ASIA Group, Maikel Sajangbati mengungkapkan, kondisi geopolitik yang tidak menentu dan terjadinya krisis bukanlah alasan bagi para wealth manager untuk tidak produktif. Ia menyebut, industri wealth management sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan bisa bertahan sampai sekarang meski menghadapi berbagai macam krisis.
Maikel memaparkan bahwa wealth management sudah ada sejak 500 tahun yang lalu di Eropa, dari kota-kota yang kaya seperti Venezia, Florence, Zurich, Geneva, London, dan lain sebagainya. Dulu istilah wealth management ini dikenal dengan nama private banking.
“Kalau kita lihat tren, dalam ratusan tahun sudah berapa ratus kali terjadi krisis. Mulai dari Great Depression sampai dengan perang Iran-Iraq, lalu Black Monday, Perang Dunia I, Perang Dunia II, tapi kebanyakan yang paling survive itu orang kaya,” ujar Maikel dalam acara International Wealth Management Conference, Rabu (24/4/2024).
Baca Juga
Maikel menerangkan, para orang kaya tersebut mampu bertahan dari krisis dan bahkan menjadi semakin kaya karena mereka bisa mengelola dengan baik keuangan mereka yang dibantu oleh para wealth manager.
“Jadi peranan dari wealth manager itu sangat penting. Paling tidak ada empat hal yang perlu saya tekankan, yang mengacu pada best practice di internasional, yang harus dimiliki oleh wealth manager untuk meningkatkan produktivitas di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil,” kata dia.
Pertama, Maikel menyebut wealth manager harus berfokus kepada klien-sentris. Menurutnya, kepentingan klien harus selalu diutamakan. Hal ini untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan mereka.
Kemudian yang kedua adalah client profiling. Maikel menerangkan, seorang wealth manager harus bisa dekat dengan kliennya. Selain itu, wealth manager juga harus menjadi sosok yang dipercaya oleh klien.
“Kemudian yang ketiga adalah skill set. Ada 21 skill set yang harus kita miliki. Skill set tentang membaca makna ekonomi itu penting banget agar bisa menjelaskan ke nasabah situasi yang terjadi. Jadi jangan sampai kondisi volatile seperti ini, kita malah menghindar. Nasabah malah jadi marah,” jelas Maikel.
Kemudia yang keempat adalah teknologi. Maikel menyampaikan bahwa teknologi sangat membantu para wealth manager, utamanya dalam mempermudah pekerjaan seperti rebalancing portofolio, dan proses-proses lainnya. Sehingga menjadi lebih cepat dan lebih akurat.

