Ekonomi RI Tumbuh Kuat, BRI Prediksi Transaksi Pasar Modal Meningkat Jelang Pemilu
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memperkirakan capital inflow akan deras mengalir ke pasar saham jelang pemilihan umum (Pemilu).
Asumsi itu disampaikan oleh Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani saat menjadi pembicara dalam Market Outlook bertajuk “Strategi Investasi Memasuki Tahun Politik”.
‘’Capital inflow akan lebih besar jelang periode pemilu, membuat nilai transaksi di pasar modal Indonesia biasanya cenderung meningkat dibanding periode tahun lainnya,’’ tutur Handayani dalam keterangan yang dikutip Kamis, (7/92023).
Baca Juga
Dipimpin BBNI dan BBRI, Investor Asing Net Buy Rp 150 Miliar
Lebih lanjut dia mengatakan, optimisme di pasar saham ditopang oleh ekonomi Indonesia yang tumbuh kuat di tengah ketidakpastian global, karena didorong kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI).
"Meskipun akan ada tantangan-tantangan di depan, kita berharap bahwa dengan strategi yang tepat dan investasi yang bijak, kinerja investasi kita dapat menjadi lebih baik di tahun mendatang. Mari kita tetap optimistis,” ujar Handayani.
Pandangan senada disampaikan Chief Economist & Macro Strategy BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Helmy Kristanto menyampaikan bahwa tren berinvestasi ke depan akan berfokus kepada pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Hari Ini, BRI Danareksa Sekuritas Jagokan Empat Saham Berikut
“Dengan berlanjutnya tren disinflasi, dan semakin banyak bank sentral yang memilih untuk menghentikan kebijakan kenaikan suku bunga, fokus utama akan tertuju pada pertumbuhan ekonomi,” kata Helmy
Dari sisi domestik, ia memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya sampai akhir tahun ini, dan periode Pemilu 2024. akan mendukung konsumsi domestik, yang mana sejarahnya cenderung positif untuk pasar ekuitas dengan masuknya investor asing.
