Resesi Sejumah Negara Tak Surutkan Capital Inflow ke Pasar Modal Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa kondisi resesi yang dialami sejumlah negara, termasuk Jepang tidak akan berpengaruh terhadap pasar modal Indonesia. Aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia.
“Nggak berpengaruh, kalau kita lihat net inflow masih terjadi dalam perdagangan, masih belum ada dampak negatif yang signifikan sih,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Senin (19/2/2024).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, masih terdapat aliran dana dari luar negeri ke pasar modal Indonesia. Hingga penutupan pasar Jumat lalu (16/2/2024), asing memperlihatkan net buy di pasar saham lebih dari Rp 20 triliun (year to date).
BEI tidak memiliki antisipasi khusus dalam menghadapi hal tersebut dan tetap memantau perkembangan ekonomi global dan bagaimana pasar modal di Indonesia.
Jeffrey menyatakan, BEI menargetkan peningkatan RNTH (rata-rata nilai transaksi harian) menjadi sebesar Rp 12,25 triliun pada 2024. Sehingga, Bursa lebih mengambil manfaat dari konstelasi global untuk menarik lebih banyak investor asing agar lebih memilih Indonesia sebagai tempat investasi dibanding negara lain.
“Kalau terkait dengan investor asing, ya tentu kita harus bisa mengambil manfaat dari konstelasi ekonomi global. Bagaimana agar investor asing masuk, yaitu dengan pendalaman pasar termasuk penambahan produk yang sedang kita lakukan untuk membuat kita lebih kompetitif dari waktu ke waktu,” tegasnya.
Dia menegaskan, performa emiten di pasar modal yang positif akan menjadi daya tarik bagi investor asing.
Sebagai catatan, perekonomian Jepang saat ini sedang mengalami resesi yang disebabkan oleh rendahnya permintaan domestik. Hal ini mengakibatkan posisi negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tergantikan oleh Jerman.
Baca Juga

