Kemendag Mau Perluas Kerjasama Dagang dengan Sejumah Negara, Gimana Progresnya?
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah melakukan perundingan bilateral untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) maupun Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan sejumlah negara pada 2024 ini.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, perjanjian FTA yang tengah dijajaki adalah dengan Uni Eropa, Turki, Bangladesh, Tunisia, Mauritius, Maroko, Kanada, Mercosur, EAEU, dan Peru.
"Di tahun ini, Kemendag mengupayakan penyelesaian perundingan bilateral dengan Uni Eropa, Turki, Bangladesh, Tunisia, Mauritius, Maroko, Kanada, Mercosur, EAEU, dan Peru," ucapnya kepada Investortrust.id, Rabu (3/1/2024).
Tak hanya itu, Djatmiko pun menyebutkan kalau Kemendag juga melakukan sejumlah perundingan dalam skema regional. Di antaranya ada ASEAN-India FTA hingga ASEAN-Canada FTA.
"Indonesia akan mengupayakan penyelesaian perundingan Review ASEAN-India FTA (AIFTA), Upgrading ASEAN Trade in Goods Agreeement (ATIGA), dan ASEAN-Canada FTA," terang Djatmiko.
Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono mengungkapkan, perjanjian FTA yang tengah dijajaki adalah dengan Uni Eropa, Turki, Bangladesh, Tunisia, Mauritius, Maroko, Kanada, Mercosur, EAEU, dan Peru.
"Di tahun ini, Kemendag mengupayakan penyelesaian perundingan bilateral dengan Uni Eropa, Turki, Bangladesh, Tunisia, Mauritius, Maroko, Kanada, Mercosur, EAEU, dan Peru," ucapnya kepada Investortrust.id, Rabu (3/1/2024).
Tak hanya itu, Djatmiko pun menyebutkan kalau Kemendag juga melakukan sejumlah perundingan dalam skema regional. Di antaranya ada ASEAN-India FTA hingga ASEAN-Canada FTA.
"Indonesia akan mengupayakan penyelesaian perundingan Review ASEAN-India FTA (AIFTA), Upgrading ASEAN Trade in Goods Agreeement (ATIGA), dan ASEAN-Canada FTA," terang Djatmiko.
Baca Juga
Harga Referensi CPO Merosot di Awal 2024, Kemendag Beberkan Penyebabnya
Diketahui sepanjang 2023, Indonesia telah memiliki perjanjian dagang (FTA/CEPA) baik secara bilateral ataupun regional dengan ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, India, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, Pakistan, Chile, EFTA, Mozambik, UAE, D8, OKI, dan Iran.
Sebelumnya, Indonesia dan Uni Eropa memiliki komitmen untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) pada Desember 2023 lalu.
"Kami mendorong kedua kelompok perunding untuk mengintensifkan komunikasi dan pertemuan sehingga seluruh isu runding dapat segera diselesaikan. Meskipun masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, kami yakin kita tetap dapat mencapai kesepakatan yang berkualitas dan saling menguntungkan,” ungkap Djatmiko.
Adapun, Uni Eropa merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang mana pada 2022, total perdagangan Indonesia-Uni Eropa tercatat sebesar US$ 33,2 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uni Eropa tercatat sebesar US$ 21,5 miliar,sedangkan impor Indonesia dari Uni Eropa sebesar US$ 11,7 miliar.

