BSI Sebut Kehadiran Bank Syariah Hasil Akuisisi Akan Jadi ‘Sparing Partner’
JAKARTA, investortrust.id - Proses akuisisi Bank Muamalat oleh Bank Tabungan Negara (BTN) masih berlangsung. Kabarnya, keputusan akuisisi itu akan keluar pada April ini. Menanggapi hadirnya bank syariah baru, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan tidak gentar dan justru senang karena muncul sparing partner.
“Justru BSI itu merasa punya sparing partner kalau memang ada bank syariah lain yang sizeable. Kan kemudian gak semua tertumpu ke BSI,” ujar Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta kepada media di Jakarta, belum lama ini.
Dengan hadirnya bank syariah baru tersebut, tentu pihaknya sangat senang dan menyambut baik. Karena ke depan akan bisa sama-sama untuk melayani kebutuhan masyarakat akan keuangan syariah, membangun serta mengembangkan keuangan syariah lebih cepat lagi.
Baca Juga
“Kalau di bank konvensional temannya banyak karena bank-bank gede-nya banyak. Begitu kita menyikapinya. Jadi sparing partner, kita merasa positif,” kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun investortrust.id, saat ini proses akuisisi Bank Muamalat oleh BTN masih dalam tahap penelaahan menyeluruh atau due diligence.
Sebelumnya, BTN memang telah mencantumkan rencana pemisahan (spin off) dalam corporate strategic plan pada 2021-2025. Hal ini sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023 tentang unit syariah (UUS).
Baca Juga
Per 31 Desember 2023, aset UUS BTN telah mencapai Rp 54,3 triliun. Oleh karena itu, UUS BTN telah memenuhi kondisi dan persyaratan untuk melakukan spin off. Sebab, dalam POJK tersebut mengatur bahwa UUS yang punya nilai aset 50% dari bank umum konvensional (BUK) atau memiliki aset minimal Rp 50 triliun wajib melakukan spin off.
