BTN Pamer Kinerja UUS di Tengah Kabar Akuisisi Muamalat
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengungkap potensi pertumbuhan bisnis syariah, terutama pembiayaan perumahan melalui Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah).
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar, mengatakan, untuk mengoptimalkan potensi bisnis tersebut, BTN Syariah menyediakan pembiayaan perumahan dari hulu ke hilir.
Hirwandi menjelaskan, produk pembiayaan yang diberikan mulai dari kepemilikan lahan, kontruksi rumah, pembiayaan pemilikan rumah (KPR), hingga untuk renovasi rumah.
Baca Juga
Akusisi Aset Luar Negeri, Prospek Medco Energi (MEDC) Menguat di 2024
“UUS Bank BTN juga berfokus menyalurkan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” papar Hirwandi dalam keterangan yang dikutip, Senin (20/11/2023).
Hirwandi melanjutkan, BTN Syariah juga menyediakan beragam skema pembiayaan yakni KPR BTN Platinum iB, KPR BTN Indent iB, dan KPR BTN Properti dengan skema Musyarakah Mutanaqisah.
Melalui skema Musyarakat Mutanaqisah tersebut, masyarakat dapat membayar angsuran secara berjenjang sesuai kesepakatan dengan Bank.
Baca Juga
Ada Stimulus Bebas PPN, BBTN Pasang Target Kredit Tumbuh Dua Digit
Berbagai layanan yang diberikan, membawa dampak pada kinerja BTN Syariah per semester I-2023 dengan membukukan pertumbuhan laba bersih 47,31% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 281,21 miliar dari Rp 190,90 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berada di atas rata-rata kenaikan laba bersih seluruh UUS di Indonesia. Data Statistik Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan merekam laba bersih UUS secara nasional tumbuh 10,38% yoy per Juni 2023.
Selain laba bersih, aset Bank BTN tercatat bertumbuh 14,69% yoy dari Rp 40,35 triliun pada Juni 2022 menjadi Rp 46,27 triliun di bulan yang sama tahun ini.
Kinerja solid tersebut berhasil membawa BTN Syariah meraih penghargaan “The Highest Profit Growth of Sharia Unit Bussiness Bank.” Performa kinerja BTN Syariah sekaligus sinyal kemampuan bank pelat merah ini mengelola bank syariah, seiring kabar rencana akuisisi BTN terhadap Bank Muamalat.
Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan BTN, Ramon Armando mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan opsi melakukan pemisahan atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS). Proses spin-off UUS menjadi Bank Umum Syariah (BUS) terus berjalan dengan mengkaji opsi yang paling efisien, mudah dan cepat dilaksanakan.
Opsi pertama menurut Ramon, yaitu akan mendirikan perusahaan baru atau meminta lisensi baru untuk BUS, sedangkan opsi kedua yaitu melakukan akuisisi bank syariah yang sudah ada.
"Untuk melaksanakan opsi kedua, Perseroan sedang melakukan penjajakan dengan beberapa bank syariah yang ada dan terus berkomunikasi untuk mendapatkan penawaran terbaik," ujarnya.
