Unit Link Sangat Fleksibel, Didesain Sesuai Profil Risiko Nasabah
JAKARTA, investortrust.id - GM Manager PT BNI Life Indonesia, Makwat menyebutkan, unit link atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) merupakan produk yang sangat fleksibel. Sebab, proteksi yang ada pada unit link bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Maka dari itu, Makwat mengatakan bahwa unit link sangat berbeda dengan produk asuransi konvensional. "Produk tradisional atau non-unit link itu saya gambarkan seperti kita beli baju yang sudah jadi, jadi ya sudah seperti ini kondisinya. Tapi kalau bapak ibu beli produk unit link itu beli bahan yang mau dijadikan baju celana atau yang lainnya," kata dia dalam focus group discussion (FGD) yang digelar Investortrust dan Infovesta bertajuk 'Tahun Kebangkitan Unit Link' di kantor Investortrust, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2024).
Bahkan, Makwat mengklaim bahwa nasabah yang ingin membeli produk unit link bisa disesuaikan dengan kondisi perekonomian masyarakat, yakni mulai dari kelas bawah hingga atas serta dari premi yang murah sampai paling mahal. Produk ini didesain sesuai dengan profil risiko nasabah.
"Dengan pilihan yang high risk, manage atau yang tengah-tengah atau yang stable. Nah kami sesuaikan dengan profil si nasabah. Misalkan nasabah ini menjelang yang pensiun, kami pastikan ambil yang stable," terang Makwat.
Oleh sebab itu, Makwat pun meyakini bahwa pada 2024 ini bakal menjadi tahun kebangkitan unit link. Hal tersebut pun dipercayainya lantaran melihat data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang mencatat perusahaan yang memasarkan produk PAYDI menjadi kontributor terbesar dibandingkan konvensional.
"Saya percaya bahwa tahun 2024 ini menjadi satu tahun kebangkitan unit link karena memang data yang disampaikan kontributor terbesar masih didominasi oleh unit link dari data AAJI," tandasnya.

