Berkat Program Ini, DPK Bank Sinarmas Terdongkrak 8,87% di 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Sinarmas Tbk sukses menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 42,14 triliun di tahun lalu, atau tumbuh 8,87% secara tahunan. Salah satu pendongkrak kenaikan DPK tersebut berkat program Lucky Draw Simas Digi.
“Angka ini (DPK) tumbuh 8,87% dibandingkan tahun sebelumnya (2022) yang sebesar Rp 38,71 triliun,” ujar Direktur Utama Bank Sinarmas, Frenky Tirtowijoyo, dalam keterangannya, Sabtu (24/2/2024).
Dikatakan, program ini dilaksanakan sebagai wujud apresiasi kepada seluruh nasabah setianya. Pun juga sejalan dengan semangat Bank Sinarmas untuk selalu memberikan kenyamanan dan nilai tambah melalui beragam produk dan layanan unggulan.
“Nasabah tidak hanya mendapatkan pengalaman transaksi perbankan dengan basis digital, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menjadi pemenang undian, sehingga dengan adanya program Lucky Draw ini dapat memotivasi nasabah untuk terus berkomitmen pada Bank Sinarmas,” kata Frenky.
Baca Juga
Komitmen Dorong Pertumbuhan UMKM, Amar Bank (AMAR) Genjot Pendanaan Supply Chain
Ia mengungkapkan, program ini merupakan bentuk loyalti yang diberikan khusus kepada nasabah baru dan existing yang masuk melalui pembukaan tabungan Simas Digi dengan pemberian nomor undian.
Adapun, Bank Sinarmas telah melakukan pengundian dan pengumuman pemenang program promo Lucky Draw Simas Digi yang berhadiah grand prize satu unit mobil Wuling Air EV Lite pada 30 Januari 2024. Jumlah kupon yang diundi dalam program ini ialah 888.503 kupon.
DPK Bank Sinarmas Tumbuh diAtas Rata-rata Industri
Pertumbuhan DPK yang ditorehkan Bank Sinarmas sebesar 8,87% secara tahunan pada 2023 ini juga lebih tinggi ketimbang pertumbuhan DPK secara industri.
Baca Juga
Yang mana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga pengujung Desember 2023, DPK yang berhasil dihimpun perbankan secara keseluruhan hanya tumbuh 3,73% secara tahunan menjadi Rp 8.458 triliun. Pertumbuhan DPK di periode ini juga lebih rendah dibanding tahun 2022 yang tumbuh 9,01% secara industri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KE PBKN) OJK, Dian Ediana Rae mengungkapkan, perlambatan DPK di 2023 dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain pertumbuhan DPK yang tinggi pada masa pandemi atau high base effect, penggunaan dana pribadi untuk operasional dan ekspansi, konsumsi masyarakat yang kembali meningkat, dan lainnya.
Meski begitu, ia menegaskan jika kondisi likuiditas perbankan tetap terjaga dan memadai, yang tercermin dari rasio-rasio likuiditas yang jauh diatas threshold seperti rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) yang masing-masing tercatat 120,07% dan 28,73%.
“Untuk prospek di tahun 2024, OJK memperkirakan DPK tetap tumbuh dengan sehat mempertimbangkan kondisi makro domestik yang terjaga dengan baik,” pungkas Dian.
Baca Juga

