Gubernur BI: 475 Pemda Gunakan QRIS untuk Pembayaran Pajak
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan layanan QRIS telah dimanfaatkan 475 pemerintah daerah (Pemda) untuk pembayaran pajak dan retribusi bagi pemerintah daerah (pemda).
“Kurang lebih sekitar 475 pemda dari 542 pemda, atau 88%, sudah menggunakan QRIS,” kata Perry saat menghadiri konferensi pers KSSK Kuartal I-2024, dikutip Rabu (31/1/2024).
Dia mengatakan, pemda menggunakan QRIS sebagai bagian dari transaksi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), parkir, hingga pajak kendaraan bermotor, serta layanan retribusi.
Baca Juga
Perry Warjiyo: Lima Karakteristik Ini Ungkap Ketidakpastian Ekonomi Global 2024
“Segala pajak daerah, semua masyarakat atau wajib pajak bisa membayar menggunakan QRIS, setelah itu online transfer, segala macam itu sudah menggunakan seperti itu. Demikian juga untuk retribusi, itu juga sudah juga menggunakan QRIS,” ucap dia.
Selain untuk mengakomodasi pembayaran penerimaan daerah, QRIS bisa juga dipakai pemda untuk belanja daerah. Ini bisa terwujud, kata Perry, karena QRIS sudah terkoneksi dengan layanan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah.
Perry mengatakan, pemda yang menggunakan KKI dengan menggunakan QRIS mendapat berbagai kemudahan. Misalnya, lebih murah dan dapat langsung memotong dana dari rekening. Dengan begitu, belanja pemda dapat tepat sasaran, tepat dana, dan meningkatkan tata kelola.
“Kartu Kredit Indonesia segmen pemerintah yang kami bebaskan biayanya bersama industri,” ujar dia.
Baca Juga
Dalam Rapat Dewan Gubernur BI Januari 2024, Perry menyebut untuk mendukung akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama antarnegara, BI terus mengkampanyekan perluasan sistem pembayaran QRIS Jelajah Indonesia, KKI, dan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di daerah prioritas.
Khusus KKI, BI meluncurkan KKI segmen pemerintah pada Mei 2023 untuk mengatasi kendala kartu fisik. Nilai transaksi dari KKI ini kini bisa mencapai Rp 200 juta per transaksi.
Selama 2023, BI mencatat transaksi QRIS tumbuh 130,01 persen year on year (yoy) atau mencapai Rp 229,96 triliun. Pengguna QRIS tercatat mencapai 45,78 juta. Sementara itu, jumlah merchant sebanyak 30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.

