PAI Sebut Permintaan Aktuaris di Indonesia Semakin Meningkat
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono mengatakan, seiring dengan semakin berkembangnya zaman, permintaan terhadap kebutuhan aktuaris di Indonesia saat ini juga semakin tinggi. Terutama bagi perusahaan asuransi, lembaga keuangan, dan bisnis lainnya.
“Permintaan aktuaris itu pertama dari perusahaan asuransi kurang lebih 150 perusahaan, belum lagi adanya mandatory dari spin off itu sekitar 35 perusahaan baru akan berdiri. Jadi ada 185 perusahaan,” ujarnya, belum lama ini.
Permintaan lainnya, lanjut Paul, berasal dari industri dana pensiun (dapen) yang berjumlah kurang lebih 200, termasuk dana pensiun pemberi kerja (DPPK) dan dana pensiun lembaga keuangan (DPLK). Lalu, berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) juga memandatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memiliki aktuaris.
Baca Juga
Tantangan Aktuaris makin Kompleks, Data Analytics, Economy Crisis, hingga Umur Manusia, Maksudnya?
“Jadi ada demand bahwa OJK dan Kemenkeu, ditambah juga dengan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), karena adanya perlindungan untuk konsumen yaitu penjaminan polis itu harus memiliki aktuaris juga,” katanya.
Kemudian, kebutuhan aktuaris yang semakin meningkat di sektor jaminan sosial seperti badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Karena peran BPJS bagi masyarakat tidak hanya sebatas satu-dua tahun ke depan, lebih dari itu BPJS harus bisa sustain. Makanya, peran aktuaris sangat dibutuhkan untuk mendukung hal tersebut.
Baca Juga
Dorong Kompetensi dan Profesionalisme Aktuaris, Ini yang Akan Dilakukan PAI
Selain itu, dikatakan Paul, kebutuhan akan aktuaris juga meningkat dengan adanya sistem pelaporan keuangan baru bagi perusahaan asuransi yang resmi diberlakukan tahun depan. Karena mensyaratkan harus memiliki seorang aktuaris.
“IFRS 17 (International Financial Reporting Standard 17), satu area yang di mana membutuhkan jumlah permintaan yang signifikan. Ini yang membuat juga di saat yang sama PAI dituntut untuk menambah jumlah anggotanya,” jelasnya.
