Kementerian BUMN: Dana untuk Pembiayaan UMKM Berlimpah, tetapi..
JAKARTA, investortrust.id - Staf Ahli bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan sebetulnya ada dana berlimpah yang bisa disalurkan perusahaan BUMN kepada UMKM. Meski demikian, keinginan tersebut tak bisa dilakukan karena terhalang regulasi.
“Sesuai dengan aturan regulator, OJK tentunya ada kualitas kredit harus dijaga dalam porsi tertentu,” kata Loto, saat memberi paparan di acara investortrust UMKM Connect 2024 dengan tema “Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM” yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
Loto mengatakan perusahaan pembiayaan milik BUMN selama ini mempertimbangkan penyaluran kredit dengan mengukur kemampuan pembayaran. Dari sisi ketersediaan, kata Loto, sebetulnya ada banyak skema pembiayaan.
“Baik itu yang tanpa agunan seperti mungkin program pendanaan usaha mikro kecil (UMK) yang melalui dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) maupun program grup lending Mekaar yang disalurkan oleh Permodalan Nasional Mandiri (PNM)” kata dia.
Loto mengatakan, PNM sebenarnya dapat membayarkan tarif komersial walaupun tidak punya agunan karena memang sudah terbentuk ekosistem yang baik. Pemberian kredit PNM memiliki prinsip tanggung renteng dengan melibatkan mitra kelompok yang memiliki karakter yang baik dan mampu menjaga kualitas kredit yang diberikan. Dengan demikian, PNM tidak harus menalangi apabila ada yang gagal bayar atau default.
“Ini pun menjadi skema pembiayaan yang cukup luas daya serapnya,” kata dia.
Loto juga menyebut ada pembiayaan dengan model kredit usaha rakyat (KUR). Model ini banyak digunakan bank komersial untuk menyalurkan kredit.
“Ada pula kredit komersial dengan skema dengan model gadai maupun non-gadai,” kata dia.
Pada 2021, kata Loto, karena piramida mikro tadi, pemerintah juga membentuk Holding Ultra Mikro. Model sistem pembiayaan ini dibentuk karena munculnya pembiayaan usaha di sektor mikro yang membutuhkan pembiayaan.
“Pemerintah juga mengembangkan atau membangun Holding Ultra Mikro di mana BRI sebagai induk dan anak perusahaan, Pegadaian dan PNM,” ujar dia.
Baca Juga
Lampaui Target Pemerintah, Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus 84,38%
Menurut Loto, dari waktu ke waktu capaian Holding Ultra Mikro secara skema penyaluran membaik. Pencapaian ini karena ditopang nasabah Mekaar yang tidak terakses simpanan perbankan menjadi familiar dengan rekening tabungan dan investasi tabungan emas. Selain itu, ada pula pembiayaan melalui modal venture capital dan jalur penjaminan kredit melalui Jamkrindo maupun Askrindo.
Loto mencatat pembiayaan UMKM pada 2020 tercatat Rp 1.088 triliun. Sampai akhir tahun 2023 terdapat peningkatan sebesar Rp 1.460 triliun.
“Atau naik Rp 372 triliun dalam tiga tahun terakhir. Kalau dihitung porsinya itu baru 20,32% sementara porsi target penyaluran ke UMKM pada 2024 sebesar 30%” ujar dia.

