Kementerian BUMN: Kontribusi Kredit BUMN ke UMKM Capai Rp 1.055 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Staf Ahli bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM, Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan kontribusi BUMN terhadap penyaluran kredit kepada UMKM mencapai Rp 1.055 triliun.
“Kalau kita masukkan tambahan kontribusi dari BUMN non-bank, Pegadaian dan PNM, kontribusi BUMN (ke UMKM) bisa Rp 1.055 triliun atau 66%” kata Loto, saat memberi paparan di acara investortrust UMKM Connect 2024 dengan tema “Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan bagi UMKM” yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Loto mengatakan dari sisi perbankan, Himbara telah menyalurkan Rp 917,48 triliun atau 63% dari angka penyaluran 2023.
Loto mengatakan dari sisi pembiayaan kepada UMKM pada 2020 tercatat sebesar Rp 1.088 triliun. Angka ini mengalami peningkatan sebesar Rp 1.460 triliun pada 2024.
“Naik Rp 372 triliun dalam tiga tahun terakhir,” kata dia.
Baca Juga
Kementerian BUMN: Dana untuk Pembiayaan UMKM Berlimpah, tetapi..
Loto mengatakan pada 2023 lalu target penyaluran kredit ke UMKM mencapai 20,3%. Angka ini masih jauh dari target 30% penyaluran kredit UMKM yang ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Untuk itu, kata Loto, diperlukan dukungan nyata dari BUMN.
“Kami dalam memetakan bentuk dukungan, merumuskan tiga dukungan nyata,” kata dia.
Dukungan pertama yaitu BUMN membina, melatih, dan mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas. Kedua, memiliki program mendukung pembiayaan maupun penjaminan UMKM.
“Dan ketiga adalah mendukung perluasan pemasaran UMKM,” ujar dia.
Saat ini, pasar produk UMKM tampak luas. Ini karena realisasi belanja Produk Dalam Negeri (PDN) pada 2023 mencapai Rp 909,1 triliun. Angka ini menembus target rencana belanja sebesar Rp 866 triliun atau tembus 104,1%.
Selain pemberian kredit, Loto mengatakan turut mendukung pelaku UMKM naik kelas dengan pendirian Rumah BUMN. Dia mengatakan terdapat 250 Rumah BUMN yang terdiri dari 17 BUMN di seluruh Indonesia.
“Di Rumah BUMN, sektor makanan dan minuman menjadi sektor yang terbesar. Setelah itu ada di sektor fashion, kerajinan atau kriya,” kata dia

