Perbankan Syariah akan Ikut Terdampak Jika Konflik Timur Tengah Terus Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id - Jika ketegangan geopolitik di timur tengah terus berlanjut, banyak pihak memprediksi konflik tersebut akan berdampak buruk bagi berbagai sektor, tak terkecuali bagi industri perbankan syariah nasional. Bank Mega Syariah menyebut hal ini sejalan dengan dampak yang ditimbulkan bagi ekonomi.
“Pertumbuhan pembiayaan berpotensi melambat dan kondisi likuiditas kemungkinan akan lebih ketat, terutama persaingan dalam mendapatkan sumber dana murah,” ujar Risk Management Division Head Bank Mega Syariah, Rudi Dhema Perkasa, kepada investortrust.id, Senin (22/4/2024).
Menurutnya, jika konflik antara Iran - Israel terus berlanjut, berpotensi besar mendongkrak harga minyak dunia, yang pada akhirnya turut mempengaruhi harga di dalam negeri. Karena, Iran menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Secara langsung maupun tidak, juga memberikan dampak bagi perbankan syariah.
Baca Juga
Ini Jurus Bank Mega Syariah Hadapi Dampak Konflik Iran-Israel
“(Naiknya harga minyak) berpotensi terhadap kenaikan harga barang dan jasa, biaya akomodasi, sehingga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat termasuk kemampuan bayar nasabah dalam membayar angsuran pembiayaan,” kata Rudi.
Selain itu, dengan kondisi ini juga membuat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed mengurungkan rencananya untuk memangkas suku bunga mereka sebanyak tiga kali pada tahun ini.
“Dengan demikian maka tekanan rupiah diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga Bank Indonesia (BI) bisa saja merespon dengan menaikan suku bunga agar imbal hasil SBN (surat berharga negara) terlihat menarik guna menahan investor asing,” katanya.

