Ekonom Bank Permata: Sektor Komoditas akan Sangat Terdampak Jika Konflik Iran - Israel Berlanjut
JAKARTA, investortrust.id - Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas, menyusul serangan balik yang dilakukan Israel terhadap Iran (19/4/2024).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi, jika konflik ini terus berlanjut, akan menimbulkan sejumlah dampak negatif terhadap sektor komoditas global.
Menurutnya, pada 2023 Iran menjadi salah satu produsen minyak terbesar di dunia dengan jumlah produksi sekitar 3,9 juta barel per hari, dan 1,29 juta barel diantaranya dialokasikan untuk ekspor. Dengan tensi yang semakin memanas, tidak hanya akan mengganggu produksi semata, namun juga jalur distribusi minyak.
“Situasi ini akan memicu lonjakan harga minyak. Saat ini, harga minyak mentah Brent telah mencapai sekitar US$ 90 per barel,” ujar Josua, kepada Investortrust.id, Senin (22/4/2024).
Baca Juga
Ekonom Paparkan Dampak Negatif Konflik Iran - Israel Bagi Ekonomi Indonesia
Komoditas lain yang diperkirakan akan meningkat, lanjutnya, ialah harga emas yang akan terus naik di atas US$ 2.000 per ons. Ini disebabkan karena investor mencari aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global saat ini.
“Harga batubara dan CPO (crude palm oil) tidak terpengaruh oleh perkembangan harga minyak mentah saat ini. Harga batubara pada tanggal 12 April 2024 tercatat sebesar US$ 129,3 per ton, menunjukkan penurunan 11,7% (year to date),” kata Josua.
Dikatakan Josua, hal tersebut sejalan dengan perkiraan perlambatan ekonomi di Tiongkok yang mengkonsumsi sekitar 50% dari konsumsi batubara dunia.
Baca Juga
Ada Konflik Lain di Luar Iran-Israel yang Harus Diwaspadai, Apa Itu?
“Di sisi lain, harga CPO pada 12 April 2024 tercatat sebesar US$ 1.060 per ton, naik 13,4% (ytd), dengan kenaikan harga disebabkan oleh dampak El Nino terhadap produksi,” jelasnya.
Seperti diketahui, hubungan Iran dan Israel kian memanas usai Israel melancarkan serangan balik ke wilayah Iran (19/4/2024). Setelah pada akhir pekan sebelumnya (13/4/2024) sejumlah drone dan rudal dari Iran diarahkan ke Israel sebagai serangan balik atas apa yang dilakukan sebelumnya terhadap Kantor Konsulat Iran di Suriah.

