AAJI Dorong Industri Asuransi Jiwa Lakukan Inovasi Digital
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) terus berupaya mendorong industri asuransi jiwa (life insurance) untuk melakukan inovasi digital, baik dari sisi layanan maupun produknya, guna memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam akan proteksi. Terkait hal itu, salah satu upaya yang dilakukan AAJI adalah menggelar Insurtech Forum 2024.
Ketua Bidang Kanal Distribusi & Inklusi Tenaga Pemasar AAJI, Elin Waty mengatakan, pihaknya juga akan terus mendukung kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar inovasi yang dilakukan industri bisa sejalan dengan aturan dan kebijakan yang sudah ada.
“Melihat saat ini tercatat Rp 835,84 triliun transaksi uang elektronik dengan 45 juta pengguna dan lebih dari 30 juta toko yang telah menggunakan pembayaran QRIS, inovasi digital dalam industri asuransi bukanlah sebuah angan belaka,” ujar Elin Waty, dalam keterangan resmi, Kamis (14/3/2024).
Baca Juga
Premi 42 Asuransi Jiwa Jepang Melonjak di 2023, Sebesar US$ 12 Miliar
Oleh karena itu, ia berharap kegiatan Insurtech Forum 2024 dapat memberikan insight dari para expertise di bidang pengembangan aplikasi digital khususnya yang berkaitan dengan keuangan digital yang bisa diterapkan di industri asuransi jiwa.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Asuransi Jiwa OJK, Supriyono mengungkapkan, industri asuransi memiliki peran penting bagi roda perekonomian dalam negeri. Seiring berkembangnya zaman, penerapan digital menjadi sebuah keniscayaan termasuk bagi industri perasuransian.
“Perkembangan dari inovasi yang dikembangkan tersebut mendukung peningkatan inklusi keuangan sehingga mampu memberikan implikasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi termasuk kepada industri asuransi,” katanya.
Baca Juga
AAJI Dorong Industri Asuransi Jiwa Terapkan Prinsip Keberlanjutan
Dalam mendukung pertumbuhan bisnis asuransi, lanjut Supriyono, OJK telah merilis roadmap pengembangan industri perasuransian untuk mengakomodasi seluruh kepentingan pelaku usaha. Roadmap ini disusun melalui proses yang detail agar dapat memenuhi kebutuhan pengembangan industri.

