Aset Keuangan Syariah Tumbuh Pesat, Pangsa Pasarnya Ternyata Baru Segini…
JAKARTA, investortrust.id – Aset keuangan syariah nasional tumbuh pesat hingga 13,7% per Juni 2023 secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai Rp 2.450,55 triliun. Namun, pangsa pasar (market share) keuangan syariah terhadap total keuangan nasional baru mencapai 10,94%.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara mengakui, ekonomi syariah masih menghadapi tantangan berat, terutama terkait masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air.
Baca Juga
Tumbuh 13,7%, Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 2.450,5 Triliun
Berdasarkan hasil survei nasional OJK, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah nasional masing-masing baru 9,14% dan 12,12%. Angka itu jauh lebih rendah dari indeks literasi dan inklusi keuangan secara keseluruhan yang masing-masing mencapai 49,68% dan 85,10%.
“OJK berkomitmen terus mengakselerasi tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi yang baik dengan semua pihak terkait,” tegas Mirza pada pembukaan Ijtima' Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) ke-XIX Tahun 2023 di Jakarta, Jumat (13/10/2023).
Baca Juga
Meski demikian, menurut Mirza, industri keuangan syariah nasional secara keseluruhan mengalami perkembangan yang menggembirakan, terutama jika dilihat dari pesatnya pertumbuhan aset.
“Perkembangan positif tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional,” tegas dia.
Baca Juga
Soal Ekonomi Syariah, Wapres Sebut-Sebut Nama Siti Maryam, Ada Apa?
Mirza menegaskan, dunia mengakui pesatnya perkembangan ekonomi dan industri keuangan syariah Indonesia. Hal itu ditunjukkan oleh peringkat Indonesia dalam Islamic Finance Development Report 2022.
"Laporan Islamic Finance Development Report tahun lalu menempatkan Indonesia pada peringkat ke-7 dari sisi aset keuangan syariah global," tutur Mirza.(CR-1)

