76% Gen Z Telah Mencoba Kebiasaan Cashless di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - PT Visa Worldwide Indonesia atau Visa Indonesia memaparkan hasil studi tahunan yakni Consumer Payment Attitudes Study (CPAS) 2023 pada Selasa (19/3/2024). Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman mengatakan, mayoritas konsumen di Indonesia telah mencoba untuk go cashless atau kebiasaan cashless di mana sebagian besar adalah generasi Z sekitar 76%.
“Jadi kalau lihat di sini, paling tinggi Gen Z. Sebanyak 76% Gen Z sudah mencoba cashless, sedangkan Baby boomers 51% dan Gen Y 69%,” kata Riko di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.
Visa Indonesia mencatat pada tahun 2023, sebanyak 20% masyarakat sudah bisa cashless dalam waktu 1 hari. Sedangkan 39% masyarakat yang mencoba go cashless hanya mampu beberapa hari saja (kurang dari seminggu).
Baca Juga
“64% dari responden mengatakan mereka mencoba hidup cashless. Berapa lama? 20% bisa cashless selama 1 hari, 39% mengatakan mereka bisa cashless beberapa hari. Saya sih percaya kalau ini di Jakarta atau di kota-kota besar,” imbuh Riko.
Sebagai catatan, CPAS 2023 Visa Indonesia dilakukan dengan metode survei terhadap 1.000 responden dengan kategori usia 18-65 tahun dan rata-rata pendapatan per bulan sekitar Rp 3 juta. Survei ini dilakukan di 10 kota berbeda, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bekasi, Palembang, Tangerang, Makassar, Semarang, dan Bali.
Percaya Diri Go Cashless
Riko menyampaikan, 82% masyarakat Indonesia percaya diri untuk go cashless selama 24 jam ke depan. Sementara 68% masyarakat bisa bertahan selama 3 hari ke depan, 48% masyarakat bisa hidup cashless sampai 7 hari, dan 37% masyarakat percaya diri untuk go cashless selama 1 bulan.
Baca Juga
Gandeng Komunitas Masjid, BSI Dorong Literasi Pembayaran Digital Selama Ramadan
“Kalau ngomong pede (percaya diri), 48% (masyarakat) pede bahwa dia bisa hidup cashless selama satu minggu. Sedangkan, 29% (hampir sepertiga) mengatakan lebih dari sebulan pun dia pede bisa cashless. Kalau di Jakarta saya pede 100%, tapi nggak tahu kalau di kota-kota kecil,” pungkasnya.

